Categories: BERITA UTAMA

Kecelakaan Kerja, Seorang ABK KM Sinar Aru-1 Tewas  

MERAUKE- Salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Sinar Aru-1 bernama Kornelis Kudmasa meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di atas kapal saat sedang menarik jaring di tengah laut Arafura Merauke, Rabu (15/6).

Jenazah korban telah tiba di Merauke Kamis (16/6) dan telah dibawa ke kampung halamannya di Maluku Tenggara. Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Polair AKP Okto Samosir, SH, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Karena itu, lanjut Kasat Polair, pihaknya melakukan olah TKP di atas  kapal tersebut, dimana kapal itu sandar di Pelabuhan Sidomulyo, Distrik Semangga Merauke,  Jumat (17/6).

‘’Tentunya, olah TKP yang kita lakukan ini  untuk  melihat apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut atau murni kecelakaan kerja. Dari olah TKP yang kita lakukan, disimpulkan bahwa apa yang dialami korban murni kecelakaan kerja,’’ kata Kasat  Polair Okto Samosir.

Dikatakan, kejadian ini bermula saat jaring yang dipasang ditarik kembali dengan menggunakan mesin yang oleh para ABK menyebutnya gol. Di mana gol  tersebut terbuat dari besi. Jaring pertama sudah selesai ditarik. Kemudian masuk ke jaring kedua yang jumlahnya 173 yang akan ditarik dari bawa air tersebut ke atas kapal.  Saat penarikan itu, tangan korban tersangkut di jaring membuat Nahkoda langsung mematikan mesin sehingga gol tersebut berhenti.

‘’Saat mesin dimatikan, masih ada jaring di air jumlahnya 173, sehingga berat. Bersamaan dengan matinya mesin, jaring itu juga turun, saat itu  ombak datang menghantam kapal membuat korban terhempas ke depan, sehingga rahang korban mengenai kepala dari gol tersebut,’’ katanya. 

Saat itu  juga  korban tersangkut di jaring tidak jatuh ke air. ‘’Kalau jatuh ke air, kemungkinan korban tidak ditemukan,’’jelasnya.

Kasat Polair Okto Samosir memperkirakan, kemungkinan kepala korban retak akibat menghantam kepala gol karena sekitar 1 jam setelah kejadian itu, korban meninggal dunia. Kasat Polair menambahkan, jenazah korban dipulangkan ke kampung halamannya  tersebut atas permintaan dari pihak keluarga.

‘’Sebenarnya kalau berdasarkan aturan kerja karena korban penerimaannya di Merauke maka dikuburkan di Merauke. Tapi, karena permintaan terakhir keluarga korban, sehingga pihak perusahaan memenuhi permintaan, di mana jenazah korban diantar langsung oleh saudaranya yang  bekerja sama-sama di atas kapal tersebut,’’pungkasnya. (ulo/tho)

newsportal

Recent Posts

Komarudin: Otsus Papua Jangan Kehilangan Arah!

nggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) UU Otonomi Khusus (Otsus) Papua,…

4 hours ago

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

13 hours ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

14 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

15 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

16 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

17 hours ago