

Lapak UMKM di pelataran Hanggar Lanud Manuhua Biak, yang kian hari kian sepi. Hal ini juga dirasakan bagi UMKM lokal Biak lainnya yang beroperasi ditempat lain seputaran Distrik Biak Kota dan Samofa Jumat (16/5) kemarin. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
BIAK– Suasana malam yang biasanya ramai dan penuh aktivitas di sejumlah sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Biak kini tampak memprihatinkan. Para pedagang mengeluhkan penurunan drastis omzet akibat sepinya pengunjung, yang diduga kuat dipicu oleh maraknya aksi pencurian dan penjambretan yang meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir.
Pantauan di Komplek UMKM Hanggar MNA, Jumat (16/5) yang biasanya menjadi primadona aktivitas malam hari, kini terlihat lengang. Padahal, jam operasional para pedagang di lokasi ini memang difokuskan pada sore hingga malam hari. Kondisi serupa juga dialami oleh para pedagang di jalur dua Samofa, yang mulai terlihat sepi saat malam menjelang.
“Biasanya laris hingga 20 porsi semalam. Kali ini sulit. Apalagi di tengah ekonomi yang sulit makin sulit lagi,” keluh Putri, salah seorang pedagang UMKM, menggambarkan betapa drastisnya penurunan pendapatan mereka.
Warga kini diliputi rasa waswas dan takut untuk keluar rumah di malam hari jika tidak ada keperluan mendesak, khawatir menjadi korban jambret atau tindak kejahatan lainnya.
Dampak ketakutan ini juga merambah ke lapak-lapak penjual pinang, yang biasanya masih ramai hingga pukul 9 malam, kini sudah mulai sepi lebih awal. Masyarakat berharap adanya tindakan nyata dan jaminan keamanan dari aparat kepolisian maupun pemerintah daerah agar warga dapat kembali beraktivitas normal di malam hari.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…