Categories: BERITA UTAMA

Tertimbun 15 Jam, Bayi Ditemukan Selamat

PENGUNGSI: Warga korban banjir bandang saat mendapat pelayanan di Posko Induk Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura, Senin (18/3).Yewen/Cepos

JAYAPURA- Tuhan luar biasa buat kehidupan saya, saya mengucap syukur kepada Tuhan atas mujizat yang terjadi di keluarga saya. Begitu kata pertama disampaikan ayah dua anak Listerius Urwan (25), pemuda asal Pegunungan Bintang yang anaknya selamat dari bencana alam banjir yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) malam.

Ucapan syukur yang disampaikan mahasiswa Universitas Cenderawasih jurusan Antropologi itu setelah bayi lelakinya bernama Sajan Urwan berusia 1,2 tahun, selamat saat tertimbun material setinggi lima meter selama 15 jam yang berjarak 10 meter dari rumahnya di Jalan Sosial SIL Sentani, Kabupaten Jayapura .

“Dari timbunan setinggi lima meter itu, tubuh mungilnya terlindungi dengan dua batang balok. Dia ditemukan  dengan kondisi tubuh membaik disertai tangisan yang kencang,” ucap pria 25 tahun itu sembari menangis saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (18/3).

Urwan menyakini, selamatnya bayi lelakinya ini sebagai mujizat Tuhan. Sebab saat banyak nyawa manusia yang meninggal karena banjir, anaknya bisa selamat saat banjir hebat melanda rumahnya dan rumah orang-orang di sekitarnya.

Sejak hilang Sabtu (16/3) malam pukul 20.25 WIT, dari genggaman ibunya. Listerius sudah beranggapan bayi lelakinya itu sudah tidak ada dan ia sudah pasrah sembari terus mencari di puing-puing reruntuhan bangunan.

“Saya terus mencari anak saya dengan cara apapun itu komitmen saya, perkara  nyawa itu milik Tuhan,” ungkapnya.

Listerius menceritakan bahwa saat sedang pelayanan dengan hamba Tuhan, seorang jemaat mendengar ada tangisan bayi. Mereka kemudian mencari di mana sumber tangisan tersebut. “Berulang kali tangisan itu terdengar tak jauh dari lokasi pelayanan dan ketika saya mendekati suara tangisan tersebut. Oh Tuhan, anak saya ada di dalam timbunan tersebut yang dilindungi dua buah balok kayu,” tuturnya.

Iapun lantas menggali timbunan tersebut dibantu aparat hingga bayinya bisa selamat. Bayinya langsung dilarikan ke Puskesmas dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.

Iapun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada tim kesehatan dan anggota TNI yang telah membantu menyelamatkan bayinya.

Sebelum kejadian banjir, anak-anak dan isterinya berkumpul di sebuah ruangan karena takut akan hujan deras melanda Sentani. Mereka  tidak berpikir  bahwa saat itu akan terjadi banjir bandan. “Malam itu, tiba-tiba banjir air masuk dan menghantam tempat tinggal kami. Kaki isteri saya juga ikut terluka saat kejadian itu,” terangnya.

Atas musibah yang dialaminya itu, ia meminta bantuan kepada pemerintah dalam proses pemulihan keluarganya terutama anak dan isterinya yang saat ini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Saya butuh bantuan moril dan pemerintah harus memberikan penghargaan kepada anak saya  karena dia selamat  setelah bertahan hidup selama 15 jam,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

9 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

10 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

11 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

12 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

13 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

14 hours ago