Sementara dari kebakaran ini diprediksi mencapai Rp 350 juta. Ini lantaran kedai tersebut baru berjalan kurang lebih tujuh bulan dan sejumlah barang pendukung kerja di dalamnya masih terbilang baru. Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jayapura, Richard Suebu mengatakan berkat gerak cepat anggotanya, api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merembet ke tempat lain.
“Kita mendapatkan informasi itu jam 18.40 WIT dan sekitar jam 17.05 WIT anggota dari Mako sudah di tempat kejadian kebakaran, sementara anggota yang terdekat yaitu Pos Youtefa sudah tiba di lokasi,” kata Richard. Senada dengan Arif, Richard juga sampaikan bahwa kebakaran tersebut bersumber dari kompor gas. Ia mengatakan berdasarkan keterangan dari pemilik kedai ledakan berasal dari dapur tetapi bukan tabung gas.
“Mereka sudah lari keluar, terdengar bunyi ledakan kemungkinan selang, karena beberapa tabung gas sudah kita selamat,” ujarnya. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 17.20 WIT berkat kerjasama antara masyarakat, pihak damkar dan pihak kepolisian. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun untuk kerugian material kata Richard ditaksir mencapai ratusan juta. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…