Markas ini diketahui menjadi pusat perencanaan serangan terhadap aparat dan warga sipil. Dalam operasi itu, TNI mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api rakitan, empat senapan angin, munisi berbagai kaliber, satu alat bidik Simons, satu teropong Newcon serta dokumen organisasi OPM berupa atribut bintang kejora, peralatan komunikasi maupun perlengkapan lapangan milik kelompok separatis.
“Wilayah Soanggama kini kami tetapkan sebagai Pos Taktis TNI untuk memastikan keamanan dan stabilitas tetap terjaga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tindakan tegas prajurit TNI merupakan langkah sah secara hukum untuk melindungi keselamatan masyarakat serta menegakkan kedaulatan negara.
“TNI akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata OPM yang mengancam keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Lucky.
Saat ini pasukan TNI masih melanjutkan pengejaran terhadap sisa kelompok OPM yang melarikan diri, sekaligus melakukan kegiatan pembinaan teritorial terbatas bersama tokoh agama dan masyarakat guna memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Intan Jaya. “Pasca penindakan, situasi di Kampung Soanggama saat ini aman dan kondusif,” tutupnya. (rel/ade)
Rekam Jejak Kekerasan OPM Kodap VIII/Intan Jaya (Januari–Oktober 2025)
Berdasarkan data yang dihimpun Koops Habema selama ini, tercatat 12 aksi kekerasan bersenjata sepanjang tahun 2025 yang dilakukan oleh kelompok OPM Kodap VIII/Intan Jaya, meliputi:
1. Serangan terhadap Aparat TNI meliputi,
* 28 Maret 2025 – Serangan di Soanggama, Distrik Hitadipa
* 29 Maret 2025 – Serangan di Zonogo, Hitadipa
* 14 dan 30, April 2025 – Serangan di Titigi
* 1 Mei 2025 – Serangan di Titigi
* 14 Mei 2025 – Serangan di Eknemba
* 27 Mei 2025 – Serangan di Sugapa Lama
* 8 Agustus 2025 – Serangan di Mamba Bawah
* 12 Oktober 2025 – Serangan di Gamagai, Ugimba
2. Serangan terhadap Masyarakat Sipil
* 18 Maret 2025 – Kampung Mamba, Sugapa: Penembakan terhadap warga sipil Michael Wattimena yang menyebabkan luka tembak serius.
* 25 Juli 2025 – Kampung Wandoga: Penembakan terhadap warga pendatang Joni Hendra hingga meninggal dunia (MD).
* 8 Oktober 2025 – Kampung Dugusiga: OPM pimpinan Guspi Waker dan Joshua Waker menembak karyawan PT TJP, Anselmus Arfin hingga meninggal dunia (MD).
Daftar Anggota OPM yang Tewas.
* Agus Kogoya – Kepala Staf Operasi Kodap VIII/Soanggama
* Ipe Kogoya – Adik kandung Pangkodap VIII/Soanggama
* Zakaria Kogoya – Pelaku penembakan anggota TNI di Mamba Bawah dan Gamagai
* Uripinus Wandagau
* Sepi Kobogau
* Kaus Lawiya
* Napinus Kogoya
* Roni Lawiya
* Poli Kogoya
* Aofa Kobogau
* Pisen Kogoya
* Meki Murib
* Dua anggota lainnya masih dalam proses identifikasi.
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Setelah proses pembakaran selesai, batu bara tersebut dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp80…
Pemain Persipura Jayapura, Rafael Sunuk meminta seluruh masyarakat Papua maupun pecinta Persipura untuk tetap memberikan…
Kebijakan ini diambil menyusul kabut asap dan kondisi kualitas udara yang berpotensi membahayakan kesehatan serta…
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa, S.KM, M.Kes menyatakan pelatihan yang melibatkan dokter…
Melalui kebijakan baru ini, setiap warga yang sudah terdaftar berhak membeli minyak tanah hingga 20…
Seorang mahasiswa berinisial ND (27) ditemukan meninggal dunia di kawasan Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura,…