Menurut Candra, kabar yang beredar tersebut sama sekali tidak benar. Ia menegaskan bahwa isu itu merupakan bentuk propaganda yang sengaja dimainkan untuk memperkeruh keadaan serta mengadu domba antara aparat TNI dengan masyarakat. “Tidak benar aparat TNI melakukan penembakan, dan tidak benar ada pengedropan pasukan ke wilayah Yalimo,” tegas Candra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/9).
Kapendam menjelaskan, hingga saat ini aparat keamanan di Yalimo justru mengedepankan langkah persuasif untuk menjaga stabilitas keamanan. Berbagai upaya dilakukan melalui koordinasi, komunikasi, dan mediasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur Forkopimda agar situasi tetap kondusif.
Candra menambahkan, tuduhan yang dilontarkan melalui media sosial oleh kelompok bersenjata merupakan strategi klasik untuk menebar keresahan di tengah masyarakat. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kami berharap masyarakat jangan terhasut dan terprovokasi dengan pemberitaan hoaks yang sengaja disebar oleh OPM. Itu hanya propaganda untuk menciptakan keresahan dan konflik di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. Selain membantah isu penembakan, Kodam XVII/Cenderawasih juga menegaskan tidak ada pengerahan pasukan tambahan ke Yalimo seperti yang ramai diberitakan. Tugas TNI di daerah tersebut, lanjut Candra, murni untuk mendukung terciptanya rasa aman dengan cara-cara humanis.
“Aparat TNI di wilayah Yalimo saat ini menjalankan tugasnya menjaga kondusifitas dengan mengedepankan komunikasi bersama Forkopimda, aparat keamanan lainnya, dan seluruh elemen masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa merasa tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutup Candra.
Ditambahkan Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, S. Pd didampingi Eliakim Kepno selaku Ketua I DPRK Yalimo, Simon Walilo, S. I. Kom selaku Ketua Komisi A dan Edi Fikanon selaku Ketua Komisi C DPR Yalimo bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan para pihak untuk menuntaskan persoalan di Elelim. Ia tak ingin Yalimo rusuh yang akhirnya merugikan banyak pihak.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial RS, AS, dan II. Mereka diduga memiliki peran berbeda dalam kasus…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean menjelaskan,…
Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari proses mediasi antara korban pencurian dan terduga pelaku kasus…
Menurut Pigai, substansi utama dari pembentukan aparatur atau pengurus koperasi bukanlah ketahanan fisik layaknya prajurit…
Di lantai satu, meja-meja kayu tertata rapi. Di dinding-dinding ruangan terpampang tulisan penuh falsafah Jawa.…
Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan, Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana…