Menurut Frits, kedatangan Wapres di Papua sangat penting. Namun jauh lebih penting jika menyediakan waktu untuk mendengarkan suara-suara dari tokoh aktor kunci di Papua dalam rangka menyiapkan agenda penyelesaian masalah konflik di Papua.
Frits membeberkan adapun masalah konflik di Papua terkait dengan pertanahan, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi masalah dimana-mana, kekerasan yang semakin menjamur, kehadiran tambang yang menimbulkan masalah baru.
”Kami berharap Prabowo dan Gibran memberikan prioritas kepada Papua. Sebab itu, kami menunggu undangan dari Gibran. Mengundang para aktor kunci di Papua, jangan aktor-aktor yang dipilih yang tidak bisa menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi di atas tanah Papua,” tegasnya.
Ia pun mengatakan bahwa Komnas HAM bersama stakeholder di Papua mendorong dialog kemanusiaan, dan itu harus menjadi agenda kerja Pemerintahan Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden. “Harus bisa diagendakan agar persoalan bisa benar-benar tuntas,” imbuhnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai pernyataan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan harapan rakyat…
Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board…
Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban,…
“Amar putusan, mengadili, menyatakan permohonan tidak dapat diterima,” ujar Suhartoyo saat membacakan putusan. Dalam pertimbangannya,…
Meski begitu, aktivitas judi online masih melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit melalui…
Artinya, aparatur negara mulai “menabung” untuk pensiun mereka sendiri melalui iuran yang dikelola secara berkelanjutan.…