Menurut Frits, kedatangan Wapres di Papua sangat penting. Namun jauh lebih penting jika menyediakan waktu untuk mendengarkan suara-suara dari tokoh aktor kunci di Papua dalam rangka menyiapkan agenda penyelesaian masalah konflik di Papua.
Frits membeberkan adapun masalah konflik di Papua terkait dengan pertanahan, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi masalah dimana-mana, kekerasan yang semakin menjamur, kehadiran tambang yang menimbulkan masalah baru.
”Kami berharap Prabowo dan Gibran memberikan prioritas kepada Papua. Sebab itu, kami menunggu undangan dari Gibran. Mengundang para aktor kunci di Papua, jangan aktor-aktor yang dipilih yang tidak bisa menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi di atas tanah Papua,” tegasnya.
Ia pun mengatakan bahwa Komnas HAM bersama stakeholder di Papua mendorong dialog kemanusiaan, dan itu harus menjadi agenda kerja Pemerintahan Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden. “Harus bisa diagendakan agar persoalan bisa benar-benar tuntas,” imbuhnya. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…