Lalu kata Leo persoalan seleksi 11 kusdi di DPR hingga kini masih belum dituntaskan.
“Lalu dugaan persoalan gratifikasi juga mewarnai proses pengangkatan anggota DPRK sehingga kami meminta untuk dilakukan rekrutmen kembali,” ujarnya.
Menariknya, disini kelompok pemuda tersebut juga mempertanyakan soal janji saat kampanye dulu berkaitan dengan bukaan lapangan pekerjaan untuk 19 juta orang.
“Janji politik untuk membuka lapangan pekerjaan bagi 19 juta orang itu implementasinya di Indonesia terlebih di Papua seperti apa. Pemerintahan sudah berjalan cukup lama namun hingga kini tak ada penjelasan dimana lapangan pekerjaan yang dimaksud,” sindir Leo.
Lalu terkait lembaga BP3OKP yang dulunya sempat digadang-gadang sebagai badan percepatan pembangunan di Papua hingga kini juga tidak jelas apa saja yang sudah dikerjakan.
“Untuk tujuannya mungkin bagus tapi implementasinya hingga kini kami tak tahu, kerjanya apa saja dan capaiannya hingga kini sudah seperti apa,” sindir Leo.
“Jadi kami tetap akan lakukan aksi demo agar pemerintah pusat bisa mendapatkan informasi langsung dan kami juga ingin meminta jawabannya langsung,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara telah mulai dilakukan pada Sabtu (27/12).…
Oleh karena itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak…
Pengungkapan kasus pertama dilakukan sekitar pukul 15.30 WIT di ruang tunggu Pelabuhan Laut Jayapura, Distrik…
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan pemblokiran tersebut dilakukan…
Andre (45) salah satu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura yang…
Menurutnya, hasil pemantauan dan evaluasi langsung di lapangan menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara laporan administrasi…