Categories: BERITA UTAMA

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

Plt. Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah

JAKARTA, Jawa Pos – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan isu Papua dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Resolusi Majelis Umum PBB 2504 tahun 1969 adalah final. Papua adalah bagian dari Indonesia.

Aksi demo anarkis, tindak kekerasan kelompok separatis, hingga isu Papua merdeka menarik perhatian dunia. Berbagai pandangan bermunculan dari berbagai dunia. Seperti Inggris, misalnya. Dewan Kota Oxford memberi penghargaan kepada Benny Wenda. Padahal, dia tercatat sebagai pegiat separatisme Papua yang memiliki rekam jejak kriminal.

Plt. Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan, Resolusi Majelis Umum PBB 2504 tahun 1969 adalah final. “Sejak keputusan itu yang harus digaris bawahi, tidak ada lagi agenda pembahasan status Papua di PBB,” tegasnya. Kalaupun ada pertanyaan atau pernyataan dalam forum, lanjut Faizasyah, lebih merupakan penegasan atas status Papua bagian integral dari NKRI. 

Sementara itu, dalam acara debat publik negara calon anggota Dewan HAM di Jenewa, Swiss, 4 September lalu, PBB menyatakan, Papua merupakan bagian dari Indonesia yang tidak bisa diganggu gugat. Pada acara tersebut Indonesia mendapat sejumlah pertanyaan terkait referendum Papua dari berbagai pihak. Hadir dalam acara tersebut Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Hasan Kleib.

Di New York, Amerika Serikat, Wakil Tetap RI untuk PBB Dian Triansyah Djani menemui António Guterres. Keduanya membahas perkembangan situasi terakhir di Papua. Juga, mendengarkan sudut pandang status kedaulatan Papua dari PBB. Berdasarkan hukum internasional batas negara, NY Agreement 1962, Act of Free Choice 1969, dan Resolusi Majelis Umum PBB 2504 tahun 1969, Papua adalah bagian dari Indonesia. 

PBB melihat pembangunan dilakukan pemerintah di Papua dan Papua Barat. PBB memahami adanya kelompok separatis yang terus-menerus demo, melakukan tindak kekerasan, bahkan membuat berita hoax. Dari fakta-fakta tersebut PBB mendukung Kedaulatan Indonesia atas Papua. Menutup peluang referendum bagi para tokoh dan simpatisan kelompok separatisme Papua.

Mengenai informasi tersebut Faizasyah enggan berbicara banyak. Sebab, pertemuan tersebut tertutup. “Tidak untuk dipublikasikan hasilnya.  Susah jawabnya,” katanya. (han/JPG)

newsportal

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

10 hours ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

11 hours ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

12 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

13 hours ago

Ragam Busana Nusantara Warnai Karnaval Budaya

Karnaval yang diikuti berbagai instansi dan paguyuban Nusantara ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat…

14 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

16 hours ago