Categories: BERITA UTAMA

Sinyal Ruang Demokrasi Mulai Dibungkam

Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Segera Diungkap

JAYAPURA–Insiden penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus di Jalan Raya Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Papua Observatory for Human Rights (POHR) yang mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menilai penyiraman air keras terhadap aktivis HAM merupakan bentuk teror dan intimidasi yang tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Terlebih, kata dia, Indonesia saat ini dipercaya memegang peran penting di tingkat internasional sebagai Ketua Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Tindakan teror, intimidasi, penyiksaan, atau bahkan upaya pembunuhan terhadap aktivis HAM semacam ini merupakan bukti nyata adanya pembungkaman terhadap ruang demokrasi,” kata Thomas di Jayapura, Senin (16/3).

Ia menegaskan, serangan terhadap Andrie Yunus tidak sekadar tindak kriminal biasa, tetapi juga bentuk ancaman terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi. “Mereka membakar mata yang menolak tutup, menyiram wajah yang menolak tunduk. Ini bukan sekadar kejahatan, ini adalah deklarasi perang terhadap kemanusiaan,” tegasnya.

Menurut Thomas, penyiraman air keras terhadap seorang pejuang HAM merupakan upaya untuk membungkam suara kebenaran.

Ia mempertanyakan apakah tindakan brutal tersebut dimaksudkan untuk merusak cermin kebenaran agar masyarakat tidak lagi melihat berbagai luka yang terjadi dalam praktik penegakan hukum dan HAM di Indonesia. “Ketika kebenaran berbicara terlalu keras, apakah tangan-tangan pengecut harus menjawabnya dengan cairan yang meluluhlantakkan wajah seseorang, bukan dengan argumentasi dan dialog yang bermartabat,” ujarnya.

Thomas juga mengingatkan bahwa apabila tindakan kriminal tersebut dilakukan secara terorganisir atau sistematis oleh oknum tertentu termasuk kemungkinan pihak yang memiliki kekuasaan maka hal itu merupakan kejahatan serius yang merobek fondasi peradaban demokrasi di Indonesia. Menurutnya, serangan terhadap Andrie Yunus bukan hanya ancaman terhadap individu, tetapi juga serangan langsung terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan meneliti, menulis, dan menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Kebebasan berpendapat adalah esensi demokrasi, sekaligus oksigen yang menyejukkan paru-paru demokrasi. HAM dan demokrasi seharusnya menjadi fondasi bersama dalam negara hukum yang berkeadilan, bukan menjadi ruang bagi vandalisme, anarkisme, maupun premanisme,” tegasnya. Thomas menilai, peristiwa tersebut juga mencerminkan adanya ketimpangan dalam penegakan hukum serta menurunnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan dalam kehidupan demokrasi.

Ia menegaskan bahwa setiap perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui cara-cara yang elegan dan bermartabat, bukan melalui kekerasan fisik ataupun psikis. “Kekerasan semacam ini bertujuan menciptakan ketakutan, intimidasi, serta mendelegitimasi aktivis HAM melalui pembunuhan karakter. Padahal para aktivis bekerja tanpa pamrih, sering kali tanpa imbalan, bahkan mempertaruhkan keselamatan diri demi memperjuangkan keadilan bagi masyarakat,” katanya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

23 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago