Tindak lanjut dari aksi tersebut masa meminta agar kantor BPN Kota Jayapura dikosongkan. Jelas Stenly tanah ini bukan untuk diperdagangkan, tanah ini dirampas. Pihaknya hanya meminta agar hak pemilk ulayat dikembalikan sebagaimana mestinya.
“Saya ingin mengingatkan bahwa BPN tidak boleh membuat langkah-langkah yang seolah-olah berkonspirasi di atas kepentingan masyarakat adat. Kita semua tahu bahwa tanah ini bukan tanah kosong. Ini tanah dengan sejarah, dengan pemilik adat, dan dengan hak yang sah,” lanjutnya menjelaskan.
Masa juga memberikan waktu satu sampai dua minggu untuk pengukuran ulang tanah yang dipermasalahkan tersebut. Menanggapi itu, Kepala Kantor BPN Kota Jayapura Isak J.J. Waromi, S.Si mengatakan bahwa, pengukuran ulang hanya dapat dilakukan oleh BPN hingga 35 hektar tidak bisa sampai 67 Hektar sesuai tuntutan masa.
“Saya menilai pemalangan hanya mengganggu penyelenggaraan pelayanan administrasi bagi masyarakat luas dan berpotensi memicu keluhan publik,” kata Isak saat bertemu masa aksi.
Untuk itu ia meminta kejelasan lokasi dan batas tanah yang dimaksud masyarakat. Agar tidak terjadi kesalahan interpretasi, dan saya meminta kejelasan batas-batas tanah secara spesifik sebelum pengukuran ulang dilakukan.
Untuk diketahui sebelumnya, masyarakat Adat Tobati Enggros bersengketa dengan PT. Bintang Emas seluas 67 Hektar berupa tanah kosong di Kelurahan Whay Morock dekat Kantor BPN Kota Jayapura dan sebelah Gedung PYCH serta sebalah Pasar Otonom. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH, menekankan dari hasil pemeriksaan yang…
Polres Jayapura menetapkan EW (43), seorang ibu rumah tangga sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap…
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, S.Pd.,…
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat mengingat rivalitas kedua tim di Grup Timur. Selain itu, laga…
Ketua Panja DPRK Kota Jayapura, Ismail Bepa, meminta Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo,…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia menilai penembakan terhadap…