Categories: BERITA UTAMA

Sekda Walilo: Pansel DPRK Harus Selektif!

Administrasi Penyebab Tertundanya Pelantikan DPRK

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua, melalui Pj Sekda Papua, Yohanes Walilo mewanti-wanti Panitia Seleksi (Pansel) di 9 kabupaten/kota untuk selektif dalam pengangkatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK).

  Yohanes menyebut pelantikan anggota DPRK di beberapa daerah tertunda dikarenakan kendala penyelesaian administrasinya, yang harus dipenuhi. “Jika itu (administrasinya-red) terpenuhi, mungkin dia (pelantikan-red) akan menyusul,” kata Walilo kepada Cenderawasih Pos, Selasa (15/10).

   Lebih lanjut Walilo menjelaskan, untuk tahapan-tahapan yang sudah memenuhi aturan dan sudah dilengkapi pasti dalam waktu dekat akan dilantik. Hanya saja, syaratnya kembali ke Pansel setempat.

“Kami harap pemerintah setempat segera selesaikan masalah DPRK, kewajiban Pemprov sebatas mengawasi. Sebab tujuan kita melantik Tim Pansel dengan harapan kerja sesuai ketentuan,” kata Walilo.

  “Jika sudah ditetapkan dan dilaporkan, kami keluarkan SK-nya untuk dilakukan pelantikan. Namun jika masih ada kendala maka kami belum bisa (keluarkan SK-red), jika ada problem lebih baik kita selesaikan terlebih dahulu sehingga tidak ada masalah di kemudian hari,” sambungnya.

  Sebelumnya, Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong mengatakan hasil penunjukan DPRK menjadi ranahnya Pansel kabupaten/kota. Dirinya tinggal melihat apakah itu sudah sesuai prosedur atau tidak.

  “Jika tidak sesuai dengan prosedur aturan hukum, maka saya tidak akan sahkan. Nantinya juga usulan-usulan dari kota akan kita pelajari, jika tidak sesuai saya tidak akan tanda tangan,” tegas Ramses kepada wartawan.

  Ramses pun meminta Pansel bekerja sesuai mekanisme yang ada sebagaimana Pergub 43 Tahun 2024. “Jika Pansel bekerja sesuai dengan itu (Pergub-red), saya rasa bisa meminimalisir potensi-potensi ketidakpuasan,” pungkasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

1 day ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

1 day ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

3 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

3 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 days ago