“Jadi pada saat tim sudah bisa masuk ternyata lumpurnya gerak lagi, jadi lumpurnya belum stabil sehingga untuk tujuh karyawan ini belum berhasil dievakuasi,” ujarnya.
Selain itu, salah satu kendala yang juga dialami adalah tidak adanya sistem komunikasi antara ketujuh pekerja dengan tim yang melakukan evakuasi. Bahkan, CCTV di terowongan pun rusak. Hal ini mengakibatkan keberadaan ketujuh pekerja belum diketahui.
Kemudian dari tim kemarin kami sudah koordinasi dari tim itu sudah membuat semacam lubang untuk kamera guna mengetahui keberadaannya. Tapi sampai dengan saat ini masih belum diketahui keberadaannya.
“Belum, jadi belum bisa kita ketahui, tapi untuk keluarga korban sudah dihubungi. Kami mohon doa restunya semoga diberikan kelancaran, keselamatan, semoga tujuh korban yang masih terjebak ini bisa kembali dengan selamat,” tutupnya. (mww/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui kabag Ops AKP Eddy Tohir Sabara menyatakan saat ini ada beberapa kelompok…
Kegiatan pemeriksaan rutin ini mencakup beberapa sasaran utama sikap tampang dan kerapian Pemeriksaan gampol (seragam…
Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…
Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…
- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…
Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah. Di setang sepeda, bendera Merah…