

Kondisi kantor Bupati Jayawijaya yang mengalami kerusakan pasca aksi demo 328 kampung yang berakhir ricuh beberapa waktu lalu. Pemkab Jayawijaya memperkirakan kerugian yang dialami total mencapai ratusan juta rupiah. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemkab Jayawijaya melalui Biro Umum Setda memastikan jika kerugian materil dari aksi demo 328 kepala kampung beberapa waktu lalu mencapai ratusan juta rupiah.
Kabag Umum Setda Kabupaten Jayawijaya Dr. Imanuel Rumere, S.STP, M.Si menyatakan pasca kejadian pengerusakan dari aksi demo kepala kampung sudah dicek kondisi kerusakan.
“Berdasarkan petunjuk dari Plt Sekda Jayawijaya kami melakukan inventarisir dan melakukan cek dari sisi administrasi kita melihat kontrak pembangunan gedung ini, sebab pasca dibangun biasanya ada masa perawatan,”ungkapnya Senin (15/9) di Kantor Bupati Jayawijaya.
Ia juga menjelaskan kalau memang masih dalam kontrak itu masih berlaku masa pemeliharaan gedung kantor Bupati Jayawijaya khususnya masa perawatan maka kami akan meminta pihak ketiga untuk melakukan perbaikan setiap sisi yang rusak.
“Kalau memang diluar dari masa perawatan maka kami harus menganggarkan lagi untuk melakukan perbaikan-perbaikan lebih lanjut pada sisi-sisi yang rusak,”kata Imanuel Rumere.
Manu juga mengakui jika untuk kerusakan yang ditimbulkan ditaksir hingga ratusan juta rupiah, sebab kalau dilihat untuk dua kaca yang mempunyai ketebalan 12 mili dan panjang 12 meter ini tidak ada di Wamena dan harus dipesan dari surabaya, ditambah dengan pengiriman dan pemasangan.
Page: 1 2
Emma menjelaskan bahwa akar persoalan ini mencakup tiga poin utama, krisis obat-obatan psikotropika, keterlambatan pembayaran…
Berdasarkan informasi, aktivitas kembali normal di RSJ tersebut setelah pihak rumah sakit, mulai dari suster…
Menurut Tan, salah satu faktor utama yang terus dipersoalkan adalah pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)…
Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa…
Menurut Nerlince, sebagai lembaga representasi kultural masyarakat adat Papua, MRP memiliki komitmen kuat untuk melindungi…
Lihat saja SPPG baru berjalan setahun terakhir sementara saat ini ada ribuan guru honorer yang…