Categories: BERITA UTAMA

Soal Pembatasan Pertalite, Belum Ada Pemberitahuan Resmi

Hiswana Migas Akui Belum Ada Pembatasan Pertalite

JAYAPURA-Kabar rencana pembatasan pertalite yang disampaikan  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Panjaitan, sebagai langkah efisiensi  anggaran, hingga kini belum ada pemberitahuan secara resmi kepada semua pihak terkait.

   Luhut menjelaskan, rencananya, pembatasan itu akan dimulai per 17 Agustus 2024 mendatang. Pembatasan itu dipicu oleh persoalan berulang yakni peruntukan subsidi yang tidak tepat sasaran. ’’Yang gak berhak dapat subsidi bisa dikurangi,’’ terangnya dikutip dalam unggahan akun Instagram pribadinya.

    Terkait dengan rencana pembatasan pertalite ini, Hiswana Migas atau Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas akui belum menerima adanya pemberitahuan maupun keputusan presiden terkait hal tersebut.

   Hal ini disampaikan, Ketua Umum DPD VIII Hiswana Migas Papua – Maluku, Ledriky. J. Lekenila atau yang akrab disapa Ongen menjelaskan bahwa pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi terkait adanya pembatasan BBM Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) dalam hal ini Pertalite.

  Sementara untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) dalam hal ini Solar  selama ini sudah diterapkan sistem QR -Code, jadi penyaluran BBM jenis solar ini sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat yang pengguna BBM penugasan khusus untuk wilayah Papua – Maluku sudah menggunakan QR- Code.

  “Sehingga bisa dipastikan untuk BBM JBT Solar,  peruntukannya sudah lebih sesuai tepat sasaran, sementara terkait pembatasan BBM jenis Pertalite atau JBKP  belum ada pemberitahuan resmi baik kepada Hiswana Migas maupun dari Pertamina sendiri, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (15/7) kemarin.

   Diakuinya, ada kemungkinan nantinya akan diberlakukan penggunaan QR-Code seperti yang diberlakukan pada pembelian Solar, sehingga sistemnya pengguna BBM jenis Pertalite harus registrasi untuk mendapatkan QR-Code untuk dapat membeli pertalite.

   “Pada dasarnya tidak ada pembatasan pembelian BBM, yang ada hanya lebih kepada tepat sasaran, jika selam ini pembelian pertalite hanya melalui pencatatan plat nomor kendaraan saja, kemungkinan kedepannya harus menggunakan QR-Code baru dapat dilayani, ” jelasnya.

   Menurutnya, hal ini guna memastikan penyerapan BBM baik pertalite lebih tepat sasaran dalam hal peruntukannya, dan pastinya Pertamina juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat jika hal tersebut telah diberlakukan.

  “Kami juga mengimbau bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, terkit isu tersebut pada dasarnya tidak ada pembatasan BBM, hanya akan dilakukan penyaluran tepat sasaran seperti yang telah ditetapkan pada pembelian solar, tetapi kedepannya pasti akan ada sosialisasi dan posko-posko layanan jika hal ini akn diterapkan, ” pungkasnya.

  Menurutnya, jika penggunaan QR-Code pastinya setiap kendaraan roda empat jadinya lebih terdeteksi sudah melakukan pengisian BBM berapa kali, dan menghindari terjadinya kecurangan pengisian BBM berulang-ulang untuk penggunaan yang tidak tepat. (ana/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

1 day ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

2 days ago