

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina. ( FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan, persentase penduduk miskin di Papua selama enam bulan terakhir mengalami peningkatan 0,06 persen poin dari 26,80 persen pada September 2020 menjadi 26,86 persen pada Maret 2021.
“Ada beberapa faktor penyebab terjadinya kenaikan penduduk miskin di Papua. Salah satunya adalah Ekonomi Papua Tanpa Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2021 dibanding triwulan I-2020 (y on y) mengalami kontraksi pertumbuhan negatif- 3,76 persen. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode triwulan I-2020 (y on y) yang tumbuh 2,76 persen,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos dalam rilisnya, Jumat (16/7).
Diungkapkan, persentase penduduk miskin di Papua untuk daerah perkotaan mengalami peningkatan sebanyak 0,32 persen poin menjadi 4,91 persen (4,59 persen pada September 2020). Sedangkan pedesaan naik sebanyak 0,02 persen poin menjadi 35,71 persen (35,69 persen pada September 2020.
“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan, baik perkotaan maupun perdesaan. Pada Maret 2021, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan di perkotaan sebesar 67,45 persen, sedangkan pedesaan sebesar 78,72 persen,”jelasnya.
Lanjutnya, komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap GK Provinsi Papua di daerah perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, dan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap GK di pedesaan adalah ketela rambat/ubi, beras, rokok kretek filter, daging babi, dan daging ayam ras.
“Pada periode September 2020 – Maret 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan turun. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan antar penduduk miskin semakin berkurang dibanding periode sebelum,”pungkasnya. (ana/ary)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…