Categories: BERITA UTAMA

Rembuk Stunting, Pemprov Upayakan Angka Stunting di Papua Turun Bahkan Hilang

Rembuk Stunting Diikuti 9 kabupaten/kota di Papua.

JAYAPURA – Stunting merupakan masalah nasional yang hingga kini masih terus diupayakan oleh pemerintah pusat dan daerah, termasuk di Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Papua, Derek Hegemur usai acara Rembuk Stunting Provinsi Papua dan penilaian kinerja penurunan stunting tahun 2024 bagi 8 kabupaten dan 1 kota se-Provinsi Papua. Kegiatan tersebut dihadiri 9 kabupaten/kota, Rabu (15/5).

“Sebab prevalensi Stunting Provinsi Papua dari hasil data survey kesehatan Indonesia (SKI)  tahun 2023 menunjukan bahwa Prevalensi Stunting Provinsi Papua berada di angka 28,6 %, atau turun sebesar 6 %, dari yang sebelumnya 34,6 %,” ucap Derek.

Dikatakan Derek, permasalahan Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan ibu dan anak serta gizi anak saja. Melainkan juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain di luar kesehatan, seperti ketersedian air bersih layak dan sanitasi, jaminan sosial dan pola asuh, sehingga dalam penanganan dan pencegahannya pun harus dilakukan secara menyeluruh dan memusat atau konvergen.

“Permasalahan Stunting di Provinsi Papua menjadi salah satu fokus program bidang kesehatan, guna mengantisipasi kondisi gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak maksimal,” ujarnya.

Derek pun menekankan, agar Rembuk Stunting Provinsi Papua Tahun 2024 dan penilaian kinerja konvergensi Stunting kabupaten/kota tahun 2023 lalu dapat memberikan hasil tersosialisasinya rencana program kegiatan Provinsi Papua tahun 2024 dalam mendukung rencana program kegiatan (RPK) kabupaten/kota dengan lokus prioritas penurunan stunting.

“Permasalahan Stunting adalah tanggungjawab bersama, tanggungjawab semua stake holder yang hadir di acara Rembuk Stunting untuk dapat menyusun program kerja, sasaran serta langkah kongkrit secara sinergi dalam menanggulangi permasalahan stunting di wilayah Provinsi Papua, sehingga akan terwujud generasi baru Papua yang sehat, cerdas dan produktif,” kata Derek.

Dalam Rembuk Stunting yang diselenggarakan selama tiga hari (15-17/5), Derek berharap bukan hanya pada penilaian melainkan lebih dari itu. Mencari dan menemukan orang orang khususnya anak anak yang berpotensi stunting, selain itu juga berkaitan dengan gizi, sanitasi lingkungan.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dengan dukungan medis dan obat obatan, kita memastikan kerja kerja pemerintah untuk menurunkan angka stunting secara terkoordinas, terkonsolidasi dan kolaborasi,” ucap.

Sebab lanjut Derek, penanganan Stunting tidak bisa sendiri sendiri. Melainkan bersama sama karena saling keterkaitan tugas dan wewenang masing masing.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jelang Piala Dunia, Waspadai Judi Bola Online

Namun di balik euforia tersebut, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan momentum pesta sepak…

1 day ago

Wali Kota: Sekolah Negeri Dilarang Pungut Biaya Tambahan

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo kembali mengingatkan seluruh sekolah negeri di Kota Jayapura untuk…

1 day ago

Gubernur: Rumah Korban Kebakaran Dok VIII Akan Dibangun Kembali

Pemerintah Provinsi Papua akan segera mengambil langkah konkret guna membantu masyarakat serta mempercepat proses pemulihan…

1 day ago

Administrasi Belum Beres, MBG di Sejumlah Sekolah Dihentikan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan masyarakat Indonesia, pasca pemecatan kepala BGN dan…

1 day ago

Soroti Menu MBG, Gubernur: Ikan Harus Jadi Prioritas!

Permintaan itu disampaikan Gubernur saat menyoroti pelaksanaan program MBG yang dinilai belum optimal memanfaatkan potensi…

1 day ago

Serpihan Bom Akhirnya Ditemukan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…

2 days ago