Categories: BERITA UTAMA

Pemekaran Tak Membatasi Hak Politik OAP

Tidak ada Batasan Wilayah Adat, Semua OAP Punyak Hak yang Sama Menjadi Pemimpin

JAYAPURA-Pasca adanya pemekaran DOB, pengklaiman wilayah adat menjadi isu hangat di kalangan masyarakat bahkan elit politik. Hal itupun berpautkan dengan Pilkada serentak yang akan berlangsung November 2024.

Dimana berbagai pihak mengklaim hak wilayah adat, dimana yang berhak mencalonkan diri menjadi kepala daerah di Papua induk yang meliputi Wilayah Adat Tabi-Saireri hanyalah OAP Tabi-Saireri sendiri.

Sementara yang berasal dari luar adat wilayah adat Tabi Saireri tidak diperkenankan ikut pemilu di Papua induk.

Menanggapi hal ini Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt. Liypiyus Biniluk, mengatakan wilayah adat hanya berbicara administrasi. Sementara hak politik tidak ada aturan mengatur terkait itu.

“Mau dia berasal dari Lapaga-Mepago, atau Tabi-Saireri tidak ada batasan untuk berpolitik,” tegas Liypiyus, Selasa (15/5) kemarin.

Dikatakan, secara aturan UU OTSUS telah mengatur hak politik di Papua, salah satunya hak politik OAP. Untuk itu dalam hal mencalonkan diri sebagai kepala daerah, diharapkan semua pihak harus bergandengan tangan menerima siapapun OAP yang ingin menjadi pemimpin di tanah Papua ini.

“Jangan ada yang bilang kamu orang Tabi-Saireri atau Lapago-Mepago, selama dia OAP apa salahnya,” tutur Liypiyus.

Tentunya lanjut dia, OAP yang bertarung pada Pilkada serentak ini masing masing punya visi dan misi untuk membangun Tanah Papua. Sehingga tidak mesti adanya gap atas nama hak wilayah adat.

“Siapapun dia intinya membawa perubahan untuk Papua, maka kita sebagai masyarakst wajib mendukungnya,” imbuhnya.

Sebab meskipun secara keturunan kandidat yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah saat ini bukan berasal dari wilayah adat tertentu, namun karena punya visi dan misi yang kuat memvangun Papua, maka tidak ada yang salah dengan itu.

Tetapi jika adanya gap hak wilayah adat ini justru akan berpengaruh pada jalannya Pilkada nantinya. Oleh sebab itu Liypus mengharapkan Pilkada di Papua berlangsung dengan damai.

Dan tentunya semua pihak khususnya masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki elektabilitas yang baik. Sebab itu akan berpengaruh pada pembangunan tanah Papua kedepan.

“Pembangunan Papua ke depan bergantung pada pilihan kita saat ini, dan sebagai tokoh agama saya mengimbau kepada semua umat Kristiani pun juga lintas agama lainnya mari kita sukseskan Pilkada serentak ini untuk Papua yang lebih baik,” pungkasnya. (rel/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

12 hours ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

13 hours ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

14 hours ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

14 hours ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

15 hours ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

15 hours ago