

ilustrasi_penembakan
JAYAPURA—Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah pegunungan Papua Tengah. Tiga warga sipil yang terdiri dari seorang perempuan dan dua anak-anak dilaporkan mengalami luka tembak akibat serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Rabu (15/4) sekitar pukul 08.00 WIT.
Informasi ini sebagaimana disampaikan Penerangan Kodam XVII Cenderawasih dalam keterangan ke media, siang kemarin. Sementara data yang dihimpun menyebutkan, ketiga korban ditemukan dalam kondisi terluka di wilayah Sinak. Saat pertama kali dilaporkan, para korban berada di sebuah honai milik warga bernama Gerson Telenggeng. Mereka mengalami luka tembak dan membutuhkan penanganan medis segera.
Kejadian ini pertama kali diketahui berdasarkan laporan dari seorang warga, Dianus Enumbi, yang juga merupakan Kepala Suku Kampung Tirineri. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada aparat keamanan untuk segera ditindaklanjuti. Menindaklanjuti laporan itu, aparat TNI dari jajaran Kodam XVII/Cenderawasih bersama personel Kodim 1714/Puncak Jaya langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Proses evakuasi turut melibatkan tim dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Puncak Jaya guna memastikan penanganan medis awal bagi para korban. Kapendam XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto, mengungkapkan bahwa saat ini ketiga korban telah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Mulia untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Berdasarkan laporan masyarakat, aparat bersama PMI segera melakukan evakuasi terhadap korban. Saat ini ketiganya sudah dalam penanganan medis di RS Mulia,” ujarnya.
Page: 1 2
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…
Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…
Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…
Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…