Categories: BERITA UTAMA

Pamitan, Jenderal ini Bawa Empat Balita dari Papua

JAYAPURA – Sebuah pemandangan tak biasa terlihat pada apel exit briefing pelepasan Danlantamal X pada Senin (17/4). Pasalnya di tengah ratusan pasukan terlihat Danlantamal lama, Brigjend TNI (Mar) Feryanto Marpaung bersama sang istri mengapit empat balita yang semua anak asli Papua.
Bahkan jenderal bintang satu ini membawa serta keempat anak tersebut ke lapangan apel saat berpamitan.
Feryanto meminta izin harus mengakhiri tugasnya di Lantamal X dan ia digantikan oleh Brigjend TNI (Mar) Ludi Prastyono. Dalam apel tersebut ia menyempatkan menjelaskan soal keempat anak tersebut.
“Ada program kami berkunjung ke panti – panti dan saat mendatangi salah satu panti, saya dan istri menemukan satu anak yang kondisinya tidak sehat. Demam tinggi. Setelah itu kami pulang,” kata Brigjend Feryanto.
Sepekan kemudian ia dan istrinya mencoba kembali ke panti tersebut dan ternyata anak berusia 3 tahun itu masih dalam kondisi demam tinggi. “Saya membayangkan selama 1 minggu ia tersiksa karena sakit dan saya bersama istri meminta izin kepada pengurus panti membawa anak tadi ke rumah sakit,” ceritanya. Hasilnya cukup mencengangkan dimana kata Brigjend Feryanto ternyata anak laki – laki yang memiliki darah Wamena – Yahukimo ini sakit malaria stadium 4.


“Kandungan darahnya sudah tinggi sekali penyakit malaria. Lalu kami obati opname 1 minggu dan bersyukur sekarang sudah baik. Istri saya sampai harus tidur dengan anak ini bahkan satu ranjang untuk menjaga,” bebernya.
Setelah sembuh ia bersama istri menanyakan riwayat sang anak ternyata memang tidak lagi diurus oleh kedua orang tuanya. “Kami mengajukan adopsi dan disetujui termasuk meminta pengakuan lewat pengadilan dan suratnya dikabulkan sehingga anak ini kini menjadi anak kami,” jelas Brigjend Feryanto.
Namun karena balita tadi memiliki adik yang masih bayi akhirnya semuanya diurus untuk menjadi anak adopsi. “Lalu dua lagi kami temukan di panti berbeda. Ada yang batuk parah dan sempat kami curigai apakah TBC atau HIV lalu kami periksakan dan ternyata memang ada virus di paru parunya tapi bukan TBC,” katanya.
Setelah itu Brigjend Feryanto kembali meminta izin ke pengurus panti untuk mengadopsi dan disetujui. “Anak saya di Surabaya ada 4 dan dari Papua kami diberi anugerah untuk membawa 4 orang anak lagi dan itu sangat kami syukuri. Kami akan didik menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa,” tutup Brigjend Feryanto seraya berpamitan. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

4 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

5 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

6 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

8 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

9 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

10 hours ago