Categories: BERITA UTAMA

Peluang Pungli Terbuka Dampak Pemangkasan Anggaran

Masyarakat Perlu Laporkan Jika Terjadi Penyelewengan Kekuasaan

JAYAPURA – Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Uncen, Yakobus Richard menyebut efisiensi anggaran menjadi pekerjaan rumah berat bagi gubernur, wali kota dan bupati yang baru terpilih pada Pilkada 2024 lalu.

“Ketika mereka sudah dilantik dan bekerja untuk masyarakat, mau tidak mau, mereka harus memikirkan cara untuk mengoptimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) maupun yang bisa didapatkan dari hasil pekerjaan yang dilakukan,” kata Yakobus, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (14/2).

Pada aspek pendapatan, pegawai tidak lagi bergantung sepenuhnya terhadap anggaran  yang ditransfer dari pusat ke daerah. Tetapi bagaimana memikirkan strategi-strategi untuk menghasilkan pendapatan yang efektif untuk menutupi kekurangan anggaran akibat efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat. “Ini pekerjaan berat bagi kepala daerah yang akan dilantik nantinya,” imbuhnya.

Menurut Yakobus, efisiensi anggaran menjadi tantangan berat bagi kepala daerah definitif di Papua. Khususnya pada program-program yang disampaikan saat kampanye, dikhawatirkan menghilangkan kepercayaan publik kepada para kepala daerah.

“Kepala daerah yang akan dilantik sudah harus memikirkan cara yang strategi dan efektif supaya program-program yang pernah disampaikan di masa kampanye dapat terlaksana, yang lebih diutamakan pada program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan bagi masyarakat bisa tercapai,” bebernya.

Pemerintah kata Yakobus, harus mengoptimalisasi anggaran yang tersedia dengan tidak  mengurangi proses atau kualitas daripada layanan publik terhadap masyarakat. Termasuk memperhatikan kelompok-kelompok usaha kecil dan menengah, dan harus punya strategi menjaga kehidupan sosial, terutama mereka yang menjadi korban dari pada efisiensi anggaran.

“Kepala daerah definitif juga harus mengawasi aparatur-aparaturnya dalam bekerja, jangan sampai penurunan anggaran menjadi celah terhadap potensi terjadinya peluang-peluang KKN, sehingga mekanisme pengawasan juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

5 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

5 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

6 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

6 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

7 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

7 hours ago