

TNPB OPM Kodap Yahukimo mengklaim menembaki sebuah pesawat yang sedang melintas di wilayah mereka, Rabu (13/1) (Foto/Istimewa)
Kapendam: Itu Bukan Pesawat yang Ditumpangi Wapres
JAYAPURA–Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo kembali berulah. Mereka mengaku telah melakukan penembakan terhadap pesawat yang ditumpangi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat melintasi wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (13/1)
Klaim tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan tertulis yang diterima media ini.
Dalam rilis itu, Sebby menyebut Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, di bawah pimpinan Akar Heluka telah melakukan penembakan terhadap sebuah pesawat sipil yang disebut membawa aparat militer dan memasuki wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah perang di Yahukimo.
Ia mengklaim bahwa Mayor Kopitua Heluka melakukan aksi tersebut sebagai peringatan keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar tidak memasuki wilayah Yahukimo. Ia bahkan mengancam akan melakukan penembakan terhadap rombongan Wakil Presiden apabila memasuki wilayah tersebut.
Lebih jauh, TPNPB-OPM juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden, serta jajaran kabinet agar menyelesaikan apa yang mereka sebut sebagai sengketa politik di Tanah Papua. Jika tidak, mereka mengancam akan menggagalkan seluruh aktivitas pembangunan di Papua.
Selain itu, TPNPB-OPM mengimbau masyarakat adat Papua dari Sorong hingga Samarai agar tidak menyerahkan tanah adat untuk kepentingan pembangunan, termasuk perkebunan dan pembangunan pos militer, yang menurut mereka mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat.
Menanggapi klaim tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Inf Tri Purwanto, dengan tegas membantah seluruh pernyataan yang disampaikan oleh Sebby Sambom. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu percaya terhadap informasi yang disebarkan TPNPB-OPM, karena tidak didukung bukti yang jelas.
“Video yang beredar tidak menunjukkan lokasi secara jelas. Selain itu, berdasarkan rundown kegiatan Wakil Presiden pada Selasa (13/1), Wapres tidak melintasi wilayah Yahukimo,” tegas Tri Purwanto, melalui pesan whatsapp, Rabu (14/1)
Page: 1 2
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…