

Lukas Haay
JAYAPURA – Peristiwa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMA Negeri 5 Jayapura dan juga di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura belakangan ini, menarik perhatian berbagai kalangan. Salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Jayapura.
Ketua DPC GMNI Kota Jayapura, Lukas Haay, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan dan penyedia layanan dalam pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut.
“Kami sangat menyesalkan insiden yang menimpa adik-adik peserta didik di Depapre. Niat baik program Makanan Bergizi Gratis tidak boleh dicederai oleh kelalaian dalam pengawasan mutu dan standar higiene pangana,” ujar Lukas saat memberikan pernyataan resminya kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan tertulis, Kamis (6/8).
Merespon terkait dengan peristiwa itu, GMNI Kota Jayapura menyampaikan sejumlah tuntutan, sekaligus sebagai bentuk desakan utama kepada pemerintah terkait penanganan kasus ini.
Pertama, melakukan investigasi transparan dan pengujian sampel. GMNI mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dan pihak berwenang untuk segera menguji sampel makanan serta mempublikasikan hasil laboratorium secara jujur dan transparan kepada publik.
Page: 1 2
Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…
Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…
Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…
Kapolres mengatakan, aktivitas masyarakat di Kota Agats telah kembali berjalan normal. Kegiatan perekonomian, pelayanan publik,…
Dalam sidak tersebut, Wali Kota menerima laporan dari warga yang mengaku mendapat ancaman dari…