Categories: BERITA UTAMA

Pilkada Papua Menggambarkan Bobroknya Demokrasi

Selain itu bobroknya demokrasi di Papua terjadi karena minimnya pengetahuan dari penyelenggara, hal ini dikatakan karena melihat proses pilkada di Kabupaten Jayapura, dimana masih terdapat adanya pemilu sistem noken. Padahal jelas-jelas bahwa yang menyelenggarakan sistem noken hanya wilayah DOB itupun ada sebagian DOB menyelenggarakan Pemilu langsung.

“Dari sini kita lihat bahwa penyelenggara di Papua ini belum bekerja secara maksimal, bagaimana mungkin Kabupaten Jayapura yang aksesnya dekat dengan provinsi masih lakukan sistem noken berarti sosialisasi KPU sangat minim,” tuturnya. Sehingga Methodeus berharap adanya evaluasi secara total terhadap internal penyelenggara pemilu di Papua, sehingga adanya perubahan untuk Pemilu yang akan datang.

Termasuk juga dalam hal mendata pemilih, sebagian di Papua masih adanya pemilih yang tidak terdata, kalaupun terdata tidak sesuai dengan alamat tinggal. Ini juga menjadi catatan internal KPU. KPU pusat wajib memberikan bimtek ataupun evaluasi terhadap jajarannya ditingkat bawah.

“Jangan sampai setiap pesta demokrasi kita hanya mempertontonkan masalah yang sama, jadi saya harap harus di evaluasi,” saran Methodeus.Kemudian ia menyarankan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto dimasa kepemimpinannya sekarang betul-betul memperhatikan masalah pelaksanaan Pilkada. Sebab yang terjadi saat ini hampir sebagian besar penyelenggara tidak bekerja secara independen.

Ketidakindependensi penyelenggara karena pengaruh kepentingan politik. Sehingga penyelenggara disetiap daerah bahkan pusat lahir atas kepentingan politik. “Sekarang ini penyelenggara KPU tidak ada yang betul-betul masuk karena hasil seleksi yang normal, tapi mereka semua ada dibangku KPU karena titipan politik, sehingga tidak jarang hasil demokrasi kita tidak bersih,” tandasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Jadi Kapolri, Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto Tercatat Rp 5,8 MiliarJadi Kapolri, Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto Tercatat Rp 5,8 Miliar

Jadi Kapolri, Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto Tercatat Rp 5,8 Miliar

Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…

1 day ago

Kapolri Suyudi jadi Harapan Baru untuk Institusi Polri

”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…

1 day ago

Dudung Resmi Jadi Menko Polkam

Usai dilantik menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), Jenderal TNI Dudung Abdurachman…

1 day ago

Murid Berdiri di Kelas Jadi Alasan Untuk Bertahan Tetap Mengajar

Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bertahan dan ikut merajut masa depan anak-anak di…

1 day ago

Bintang Kejora Berkibar di Kampus USTJ, Tiga Mahasiswa Diamankan

Aksi ini banyak muncul di media sosial mengingat para mahasiswa yang terlibat nampaknya telah siap…

1 day ago

22 Saksi Diperiksa, Kejati Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dema-Fefero

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…

2 days ago