Categories: BERITA UTAMA

ULMWP dan KNPB Jangan Jadikan Uncen Arena Pertarungan Politik

Marinus Yaung

JAYAPURA-Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB)  yang dilakukan di Universitas Cenderawasih selama ini masih kerap terdengar suara teriakan Papua merdeka termasuk ajakan untuk membelot dari NKRI.  Bukan Uncen namanya jika tak ada sensasi. 

Segelintir oknum panitia kerap berteriak keras seakan mendoktrin mahasiswa mahasiswa tentang paham yang dilarang oleh negara. Ini tak lepas dari jaringan KNPB maupun ULMWP yang disinyalir masih menempel di dalam kampus. 

Terkait ini salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung mengingatkan agar KNPB dan ULMWP berpikir lebih cerdas dan menggunakan cara yang smart bahwa kampus Uncen bukanlah arena pertarungan politik untuk mereka.  

“Uncen adalah lembaga pendidikan dan jangan mengambil kesempatan menunggangi civitas akademik dalam pengenalan kampus untuk tujuan kepentingan perjuangan yang dilakukan selama ini. Yang biasa  dilakukan adalah mempolitisasi mahasiswa untuk membangun citra atau propaganda di dunia internasional. Itu tidak dewasa namanya,” beber Yaung melalui ponselnya, Kamis (15/8). 

 KNPB maupun ULMWP harusnya bersikap sebagai aktifis yang tidak memanfaatkan mahasiswa yang belum paham apa-apa. Sebab kesannya tak ada cara lain yang bisa dilakukan selain mempengaruhi anak-anak yang belum memahami apa itu politik. “Jangan pengaruhi, mendoktrin dan menggiring dengan menunggangi mereka (mahasiswa) untuk kepentingan kalian. Itu memalukan,” cecarnya.

 Kata Yaung, KNPB dan ULMWP harus melihat Uncen sebagai lembaga yang harus dijaga dirawat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa asli Papua guna menghadapi era globalisasi yang serba kompetitif. 

 “Jangan justru merusak lembaga Uncen yang akhirnya merugikan semua, terutama mahasiswa asal Papua ini. Sekali lagi Uncen bukan arena pertarungan politik. Dua kelompok ini harus paham itu. Dan saya juga mau ingatan kepada mahasiswa bahwa tidak ada orang tua satupun yang ingin anaknya bodoh  dan seperti kambing congek diatur orang di luar Uncen. Mahasiswa harus memiliki pandangan yang cerdas dan membangun, bukan ikut-ikutan,” tegasnya. (ade/nat) 

newsportal

Recent Posts

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

3 hours ago

Pembangunan Papua Tak Boleh Abaikan Masyarakat Adat

  Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…

4 hours ago

Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…

5 hours ago

Meski Minim Sarana Pendukung, Tetap Siaga di Tengah Bayang-bayang Bencana

 Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat…

6 hours ago

Peluang Ekspor ke PNG Masih Terbuka

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Jacleana Joku berharap pengusaha di Papua memanfaatkan peluang…

7 hours ago

Gubernur: Kepala Daerah Wajib Hadir di Agenda Penting!

-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…

8 hours ago