

Proses evakuasi jenasah Syafaruddin dari dalam jurang di Distrik Wanwi, Puncak Jaya, Sabtu (12/7) pekan kemarin. (Humas Polres Puncak Jaya)
JAYAPURA – Aparat kepolisian Polres Puncak Jaya hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya seorang tukang ojek bernama Syafaruddin. Korban kelahiran 1985 ini akhirnya ditemukan namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Ia ditemukan di dalam jurang sehingga proses evakuasi ketika itu diakui cukup menyulitkan.
Ini belum lagi, aparat dan tim evakuasi harus berjalan kaki sejauh 5 Km untuk sampai ke lokasi. Namun akhirnya proses evakuasi berhasil dilakukan dan kini jenasah telah diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan.
Proses evakuasi dilakukan Sabtu tanggal 12 Juli 2025 Pukul 12.00 WIT di Distrik Wanwi Kabupaten Puncak Jaya. “Untuk evakuasi memang tidak mudah namun kami berysukur bisa dilakukan,” ujar Wakapolres Puncak Jaya AKP Misken Darius.
Terkait pelakunya dikatakan bahwa hingga kini dugaan korban tewas usai dianiaya anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.
Saat ditemukan korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan juga kaki. Kuat dugaan setelah dianiaya ia kemudian dibuang ke dalam jurang hingga warga melaporkan menemukan seorang pria dalam keadaan tak bernyawa.
“Jadi sebelumnya ada warga yang melapor soal orang hilang atas nama Syafaruddin sehingga dari piket SPKT menerbitkan Surat Laporan Keterangan Orang Hilang Nomor : B/01/VII/2025/RES PUJA/POLDA PAPUA TENGAH.
Kemudian Pukul 11.45 WIT, Kasie Propam Polres Puncak Jaya Ipda Timbul Bawono selaku Piket Pawas mendapatkan informasi bahwasanya orang yang dilaporkan hilang telah ditemukan disekitar Distrik Wanwi.
Lalu Pukul 12.20 WIT, Wakapolres Puncak Jaya AKP Misken Darius bersama para personel gabungan melaksanakan apel konsolidasi guna persiapan bergeser ke Distrik Wanwi untuk mengevakuasi ataupun mengecek keberadaan salah satu tukang ojek yang dinyatakan hilang.
Page: 1 2
Di tengah usia yang semakin senja, pertemuan itu berlangsung sederhana. Para veteran saling menyapa,…
Menurut Axel, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kegiatan Rakernis bersama Densus 88 AT Polri, terdapat…
Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…
Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…
Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…