Categories: BERITA UTAMA

Kasus DBD di Asmat Bertambah 52 Kasus

Data Kasus di RS Tidak Sesuai yang Dilaporkan

JAYAPURA-Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Asmat terus bertambah menjadi 52 kasus pertanggal 13 Juli tahun 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum menyebutkan, tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudah diturunkan di Agats ibukota Kabupaten Asmat, setelah sebelumnya dirinya bebera[pa hari lalu sudah lebih dulu berada di Agats. “Anggota P2P Provinsi Papua datang ke Agats pada Rabu (13/7),” kata dr Aaron saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (15/7) kemarin.

Dijelaskan, tim tiba di Asmat lansung menghadap kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat beserta kepala seksi. Selanjutnya berkunjung ke Rumah Sakit Agats untuk mengecek data kasus DBD dan laporan SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) rumah sakit berbasis Event Based Surveillance (EBS) atau surveilans berbasis kejadian dari tahun 2019 hingga 2022 dan melakukan sinkronisasi data.

Dimana hasilnya, terdapat data kasus di rumah sakit yang belum sesuai dilaporkan dan direkap Dinkes. Laporan kasus DBD yang dilaporkan di rumah sakit sudah dientri lewat SKDR RS serta mengapdate EBS.

“Tim juga akan melakukan kegiatan PJB (Pemantauan Jentik Berkala) untuk mengetahui angka bebas jentik perkampung/100 di kampung Agats dan Kampung Mbait serta melakukan analisa kasus DBD dalam 4 tahun terakhir,” terangnya.

Lanjut dr Aaron, kegiatan penggalangan KLB yang dilakukan pada empat rumah penderita dan rumah radius 200 meter dari rumah penderita yaitu penyelidikan epidemiologi, survey jentik dan nyamuk dewasa, larvasida, fogging dan edukasi singkat tentang kebiasaan hidup nyamuk dan  PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M Plus.

“Hasilnya dalam rumah larva ditemukan pada tempat alas dispenser, toren (tandon) air, panic, ember dan loyang. Nyamuk dewasa ditemukan pada bantal leher yang digantung,” bebernya.

Sementara di luar rumah lanjut dr Aaron, larva ditemukan pada toren dan seng tempat penutup kandang anjing.

“Setelah larva ditemukan dilakukan larvasida dengan pemberian tablet BTI pada toren, sedangkan pada ember, loyang, panci dan alas dispenser airnya dibuang,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan perlunya pemberdayaan masyarakat dan pelibatan sebanyak mungkin lintas sektor dalam penanggulangan KLB DBD sangat diperlukan. Terutama dalam hal pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus dan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan peta persebaran kasus DBD di Kabupaten Asmat pada data sebelumnya yakni total kasus DBD sebanyak 47 kasus dan satu orang meninggal dunia. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

5 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

6 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

8 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

9 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

10 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

11 hours ago