Categories: BERITA UTAMA

Jangan Hanya Karena Kenal Atau Dekat

Menurutnya, salah satu faktor yang sering disebut adalah tingginya biaya politik dalam Pilkada. Kondisi ini mengakibatkan seorang kandidat harus rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, mulai dari proses mendapatkan dukungan partai politik hingga pembiayaan kampanye.

“Ketika biaya politik menjadi sangat mahal, muncul godaan bagi pejabat terpilih untuk mencari cara mengembalikan modal setelah menjabat,” kata Lily dalam keterangan tertulisnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (13/3).

Dalam situasi seperti itu, Lily mengatakan berbagai praktik penyimpangan seperti pengaturan proyek, penyalahgunaan anggaran, atau pemberian izin yang bermasalah bisa saja terjadi. Dalam konteks inilah, pesan KPK agar masyarakat lebih cerdas memilih pemimpin menjadi relevan. Masyarakat perlu semakin kritis dalam menilai calon pemimpin. “Pilihan politik seharusnya tidak hanya didasarkan pada popularitas, kedekatan personal, atau bantuan sesaat, tetapi juga pada rekam jejak, integritas, serta kemampuan calon dalam mengelola pemerintahan,” ujarnya.

Namun demikian, ia berpandangan bahwa tanggung jawab untuk melahirkan pemimpin yang bersih tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Partai politik memegang peranan yang sangat penting karena merekalah yang menentukan siapa yang bisa maju sebagai calon kepala daerah.

Lanjut ia menjelaskan jika proses rekrutmen di partai tidak dilakukan secara serius dan lebih mengutamakan kekuatan finansial daripada integritas, maka Pilkada berpotensi terus menghasilkan pemimpin yang rentan terhadap praktik korupsi. Pelajaran dari berbagai kasus yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama.

Masyarakat menurutnya perlu semakin kritis dalam menggunakan hak pilihnya, partai politik harus memperbaiki proses kaderisasi dan seleksi calon, sementara lembaga penegak hukum harus terus memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan. Bagi masyarakat di Papua, dosen hukum tatanegara itu menjelaskan, pesan ini penting untuk dipahami dalam perspektif yang lebih luas. Korupsi kepala daerah yang terjadi di berbagai provinsi menunjukkan bahwa tantangan tata kelola pemerintahan daerah adalah persoalan nasional.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label WarnaMengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…

10 hours ago

Kemendikdasmen Buka Kuota Guru CPNS Tahun 2027

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…

17 hours ago

Papua Utara Akan Genapi Tujuh Wilayah Adat

Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…

18 hours ago

Muller Korban Kedua Persipura?

Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…

19 hours ago

Dari Beban Belanja Perlu Diperhatikan hingga Seberapa Dekat Papua dengan Masa Depan Pasifik

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…

20 hours ago

Kejati Papua akan Periksa Mantan Sekwan

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…

21 hours ago