Categories: BERITA UTAMA

7 Hari Pasien RSUD Dok II Masih Berada di Tenda Darurat

JAYAPURA – Pasien RSUD Dok II, Rabu (15/2) masih berada di tenda tenda darurat yang didirikan di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Mereka pasien rumah sakit yang terdiri dari anak anak, orang dewasa hingga orang tua.

Para pasien tersebut dievakuasi keluar dari ruang rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis di tenda darurat lantaran gempa bumi M5,4 yang mengguncang Kota Jayapura pada Kamis (9/2) sore. Gempa tersebut membuat bangunan rumah sakit mengalami kerusakan.

Wakil Direktur RSUD Jayapura, dr. Andreas Pekey menyatakan, akibat bangunan rumah sakit yang rusak termasuk ruang operasi sehingga sementara pihaknya mengehentikan layanan operasi di rumah sakit.

“Sementara kita hentikan layanan operasi pada pasien, kita tidak mau mengambil resiko dengan gempa susulan yang masih terus terjadi. Daripada Nakes dan pasien meninggal  karena terindis gedung, sehingga kami hentikan sementara,” kata dr Andreas saat dikonformasi Cenderawasih Pos, Rabu (15/2).

Hanya saja kata dr Andreas, tindakan operasi bisa dilakukan jika kondisi pasien tersebut benar benar darurat.

“Kalaupun dilakukan tindakan operasi karena kondisinya sudah mendesak dan memang harus dioperasi. Mereka yang kami operasi adalah pasien rata rata tidak bisa buang air besar, ibu hamil yang mau melahirkan,” terangnya.

Dr Andreas menerangkan, alasan pasien hingga saat ini masih berada di tenda darurat lantaran kondisi sebagian gedung yang retak akibat gempa yang terjadi pada Kamis lalu dan disusul masih adanya gempa susulan hingga kini.

“Dari PUPR sedang mengecek kelayakan gedung RSUD Dok II, jika gedung masih layak dan BMKG menyampaikan gempa sudah berkurang maka pasien akan kami kembalikan ke ruangan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan ruang kontainer yang disetting sebagai ruang operasi yang steril sebagai solusi yang dimintakan ke Mensos kemarin, dr Andreas menyatakan pihaknya belum bisa menggunakan itu dengan alasan kurang bagus.

“Jika semua kamar operasi di Rumah Sakit Jayapura sudah tidak bisa digunakan maka kita bisa menggunakan kontainer, namun hal ini kurang bagus,” ungkapnya.

Ia menyatakan jika tenda darurat yang berada di halaman RSUD Dok II berjumlah sebanyak 13. Dimana tenda tersebut untuk laboratorium, cuci darah dan lainnya.

“Dari semua tenda itu untuk pasien tersedia 10 tenda,  lainnya untuk laboratorium, kamar operasi dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu keluarga pasien Ratna mengaku pihaknya masih takut untuk kembali ke ruang ruma sakit setelah gempa M5,4 mengguncang Kota Jayapura pada Kamis lalu.

“Masih takut untuk kembali masuk ke ruangan, takut tiba tiba gempa. Terlebih ada ruangan yang sudah retak bangunannya,” kata Ratna.

Dikatakan, pihaknya akan kembali masuk ke ruangan jika gempa tidak lagi terjadi. Namun jika gempa masih terjadi maka ia memilih tetap berada di tenda kendati beberaka kendala yang dialaminya. (fia)

newsportal

Recent Posts

Tinggi Minat Orang Tua, Penerimaan Murid Baru Terkendala Fasilitas Gedung

  Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…

2 hours ago

Mendagri Canangkan Program Bedah Rumah Serentak di Kampung Mosso

   Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…

8 hours ago

23 Rumah Warga Akan Direhabilitasi

   Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…

9 hours ago

Pemprov dan Pemkot  Diminta Tindak Lanjuti Gerakan Indonesia Asri 

  Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…

10 hours ago

Mendagri: 29 Persen Masyarakat di Papua Tak Miliki Rumah

Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…

16 hours ago

Sempat Menanyakan Saya Salah Apa

Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…

17 hours ago