Categories: BERITA UTAMA

Ditemani Keluarga, Lukas Enembe Didoakan di RSPAD

JAKARTA – Hari ketujuh berada di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, kondisi mantan Gubernur Papua dua periode, Lukas Enembe belum ada perubahan signifikan.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (13/10) kemarin.

“Saat ini, bapak Lukas tidak terlalu banyak reaksi. Hari ini, (Jumat-re), beliau hanya makan sekali dan tensinya 188/80. Kondisi bapak belum ada perubahan,” kata Petrus melalui ponselnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Saat ini Lukas sedang dirawat di RSPAD, mengaku kliennya itu menangis ketika didoakan oleh Pdt Gilbert Lumoindong, di ruang rawat inapnya di Unit Stroke RSPAD, Jakarta, Jumat (13/10).

Lukas yang terbangun dari tidurnya, mendengar pendeta berdoa bersama-sama dengan keluarga Lukas dan tiga pengacara Lukas, OC Kaligis, Petrus Bala Pattyona dan Antonius Eko Nugroho.

“Mendengar doa yang disampaikan pendeta, keluarga Lukas menangis. Demikian juga dengan bapak Lukas yang melihat keluarganya dan pendeta sedang mendoakannya, ikut terharu dan menangis. Dalam doanya, pendeta mengatakan, bahwa Tuhan Yesus tidak tutup mata. “Tuhan lihat air mata belia, Tuhan tidak tutup mata, masa Tuhan akan diam? ,” kata Pendeta Gilbert dalam doanya.

Pdt Gilbert juga menyebut lewat kasus Bapak Lukas, akan ada perubahan hukum. “Lewat beliau ada perubahan hukum. Pak OC, Pak Petrus dan Pak Antonius akan berjuang terus. Biar Tuhan berperan, kita serahkan dengan doa, kita serahkan di dalam tangan Tuhan,. Masih ada Tuhan. Kamu mau tutup Tuhan dengan cara apapun, akan keluar,”ucapnya.

Lanjutnya, banyak orang yang sayang dengan Pak Lukas. “Ada masa-masa Lukas Enembe menghadapi kesukaran tapi pada akhirnya akan baik,” ujar Pendeta.

Menurutnya, sudah waktunya Lukas dirawat di luar rutan. Karena setiap kembali ke rutan, pasti semakin memburuk  dan harus dibawa ke rumah sakit.

Sekedar diketahui, Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta usai terjatuh di kamar mandi Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat sedang buang air, Jumat (6/10) pagi.

Petrus menyampaikan, jatuhnya kliennya  menyebabkan ada benturan di kepalanya, yang menimbulkan pendarahan di rongga kepala sebelah kiri. (fia/wen)

Juna Cepos

Recent Posts

Korupsi Aerosport Mimika Berujung Setoran Rp26,3 Miliar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…

10 hours ago

Dishub Tolikara Buka Akses Penerbangan Bersubsidi, Empat Distrik Terlayani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…

17 hours ago

Ratusan ASN Pemkab Biak Numfor Diwajibkan Ikuti Ujian Profiling

Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…

18 hours ago

Massa Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…

19 hours ago

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

20 hours ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

21 hours ago