Categories: BERITA UTAMA

Pencipta Lagu Apuse Berpulang

JAYAPURA – Kabar duka menyelimuti dunia seni di Papua. Seorang pencipta lagi daerah paling populer Apuse bernama Korinus Mandosir menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu siang (14/9) kemarin di RS Biak.

Tak  banyak yang mengetahui tentang sejarah lagu terlebih siapa pencipta lagu Apuse ini. Namun menariknya Menteri Agama, Gus Yaqut sempat mengucapkan ucapan belasungkawa lewat twiternya.

Cenderawasih Pos yang menelusuri kabar tersebut mendapati sang cucu bernama Sinyo Mandosir. Dari Sinyo ini dijelaskan bahwa  sang kakek telah berpulang dan kini jenasah masih berada di Sorido Kabupaten Biak.

Sinyo sendiri sempat menemui sang kakek saat masih sehat dan berdiskusi soal kisah hidup sang kakek. “Jadi saya juga hanya banyak mendengar cerita – cerita dari kakek saya ini dan memang beliau yang menciptakan lagu tersebut,” kata Sinyo.

Ia menceritakan bahwa selain lagu Apuse ini ada dua lagu lagi yang diciptakan, salah satunya berjudul Di Taman Bunga. Namun untuk lagu Apuse sendiri kata Sinyo seingatnya ini diciptakan pada tahun 1962 dengan penuh cerita. Jadi dari lagu Apuse ini menceritakan tentang anak – anak muridnya yang mendayung menuju pulau lain untuk sekolah.

Lagu inilah yang dinyanyikan oleh anak – anak murid almarhum. “Lagu ini menceritakan anak – anak murid yang mau sekolah ke Manokwari. Sambil mendayung perahu berjalan dari Kampung Doreri,  Biak menuju Manokwari dan lagu ini dinyanyikan di atas perahu. Seperti mengenang dan rindu, bila lihat Pulau Biak mereka juga akan merindukan orang tua mereka,” cerira Sinyo.

Almarhum sendiri tinggal di Kepulauan Aruri Kampung Sowek Kabupaten Supiori  namun di Biak tinggal di Sorido. Tete Mandosir Sarumi wafat dengan meninggalkan 4 anak yakni Helena Mandosir, Yohanis Mandosir, Wellem Mandosir dan Katerina Mandosir.

Selama hidupnya, almarhum bekerja sebagai guru SMP dan telah berkeliling mengabdi sebagai guru. “Tete ini, guru bahasa tapi suka dengan kesenian dan lagu Apuse itu tete yang ciptakan namun anak – anak muridnya yang menyanyikan,” imbuhnya.

Jenasah pria kelahiran 23 Juli 1940  ini kini berada di Sorido dan rencananya akan dimakamkan di  samping sang  nenek di Kampung Pamdi Distrik Supiori Barat Kapupaten Supiori. Sinyo juga menjelaskan bahwa sejatinya lagu Apuse ini ingin dipatenkan lewat HAKI namun urung dilakukan karena kondisi kesehatan sang kakek yang naik turun. “Rencana sejak tahun 2019 lalu tapi sata itu tete sakit dan kami mau daftarkan tahun ini tapi tete terlanjur meninggal. Dulu waktu jadi guru juga berpindah- pindah. Pernah  di Biak, Jayapura, Nafri, Depapre hingga SMP YPK Kotaraja Dalam dan jabatan terakhir beliau adalah Ketua PSW (Pengawas Sekolah Wilayah) YPK Kabupaten Supiori.

“Kami pihak keluarga tentunya bangga karena lagu ini dinyanyikan secara nasional hanya memang penghargaan terhadap sosok yang berjasa dari pemerintah ini sama sekali tidak terlihat,” tutup Sinyo. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Tiga Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Untuk yang pertama diterbangkan di hari kedua pasca insiden penembakan tersebut Korban Aprida Rapi diterbangkan…

52 minutes ago

Bupati Gusbager Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini…

1 hour ago

Pemkab Jayapura Masih Punya Utang Tanah Rp211 Miliar, Dibayar Bertahap

Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyelesaian kewajiban pembayaran tanah yang telah digunakan…

2 hours ago

Dua Orang yang Diculik KKB Dilaporkan Lolos, Namun Satu Tewas

Dua dari sembilan perempuan yang menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik…

3 hours ago

Terancam Kekurangan Pangan, Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan ke 6 Distrik

Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP menyatakan Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengalokasikan beras sebanyak 13…

3 hours ago

Putuskan Rantai Komsumsi Obat Kimia, Fokus Rehabilitasi Berbasis Minat Pasien

  Pihak manajemen dan tenaga kesehatan justru menjadikan kondisi ini sebagai pemantik untuk terus maju…

4 hours ago