Categories: BERITA UTAMA

Jamin Aman Selama Tidak Diprovokasi

Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok menegaskan bahwa polisi akan bersiaga penuh mengawal situasi. Ia meminta para pelaku usaha, pedagang di pasar tradisional maupun modern, instansi pendidikan, hingga pekerja swasta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu provokatif maupun ajakan mogok aktivitas.

​”Masyarakat silakan beraktivitas seperti biasa, baik para pedagang di pasar, lingkungan sekolahan, maupun para pekerja di sektor lainnya. Jangan mudah terprovokasi dengan adanya rencana agenda aksi demonstrasi besok,” tegas Hilapok, Jumat (14/8).

​Ia menambahkan, kehadiran aparat di lapangan adalah untuk memastikan bahwa hak warga sipil untuk beraktivitas dan mendapatkan rasa aman tetap terjamin tanpa adanya intimidasi dari pihak mana pun.
​
​Mengingat kawasan Abepura merupakan salah satu perlintasan vital dan titik kumpul massa yang berpotensi melintasi jalan protokol utama menuju pusat Kota Jayapura, pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi terjadinya penyempitan arus lalu lintas. ​Masyarakat yang berniat melakukan perjalanan pada Sabtu besok diminta untuk merencanakan rute dengan cermat demi menghindari potensi penumpukan kendaraan.

​”Kepada para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat serta masyarakat umum, kami sarankan untuk menghindari titik-titik yang menjadi lokasi pengumpulan atau perlintasan massa aksi. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi di beberapa ruas jalan utama,” jelasnya.
​
​Guna mencegah munculnya hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan, Kapolsek Abepura menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mematuhi aturan hukum dan ketentuan penyampaian pendapat di muka umum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara Ketua Umum KNPB, Agus Kossay mengatakan bahwa pihaknya menjamin aksi demo ini berlangsung aman selama tidak ada upaya menghalang-halangi dan juga memprovokasi.

“Terkadang situasi menjadi tidak terkontrol itu karena ada pihak yang sengaja mengganggu. Memprovokasi dan akhirnya anggota kami di lapangan terpancing. Bagi kami selama ruang demokrasi itu tidak dibungkam maka tidak ada yang perlu dicemaskan,” kata Agus. “Yang kami khawatirkan jika ada pihak yang sengaja memancing agar situasi pecah dan akhirnya KNPB dikambinghitamkan,” paparnya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter PuskesmasTujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

16 hours ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

17 hours ago

BMKG: Poster Larangan Menampung Air Hujan akibat ‘Cloud Seeding’ Hoaks

Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika.  Narasi di…

18 hours ago

Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih Tinggal Dua Provinsi

  Menurut Pangdam, jika tidak ada perubahan, peresmian akan dilakukan pada 5 Oktober mendatang. Khusus…

21 hours ago

Satpol PP Papua Susun SOP Penegakan Perda dan Perkada

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penegakan Peraturan…

22 hours ago

Satgas Damai Cartenz Bagikan 500 Tas Sekolah untuk Siswa SD di Mimika

Langkah yang dikemas melalui pendekatan humanis ini menyasar dua lembaga pendidikan, yakni SD Pigapu dengan…

23 hours ago