

Christian Sohilait ( FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA-Terkait dengan surat edaran Mentri Pendidikan, yakni yang telah memberikan surat edaran bagi semua provinsi di Indonesia termasuk Papua, terkait persiapan menghadapi pembelajaran tatap muka, saat Covid-19 belum berakhir.
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menjelaskan sejak adanya surat edaran tersebut, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua stakeholder secara terpisah, untuk membahas hal tersebut.
“Sampai dengan saat ini, saya bisa pastikan bahwa proses pembelajaran tatap muka di Papua, sudah siap karena sejak 17 Maret 2021 sampai dengan saat ini, semua pihak sudah mengarahkan pemikiran untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sebelum edaran Mentri Pendidikan dikeluarkan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (14/6) kemarin.
Diakuinya, dengan adanya surat edaran dari kementrian, pastinya semakin menguatkan upaya dunia pendidikan dalam hal melaksanakan proses belajar mengejar secara tatap muka, meski Pandemi Covid-19 belum berakhir.
“Dengan demikian dasar hukum kita menjadi lebih kuat. Untuk itu kita harus berani melakukan tatap muka, saya ingin menyampaikan bahwa beberapa daerah seperti, Mempago, Lepago sampai dengan hari ini sudah tidak bermasalah dengan pelaksanaan tatap muka,” tambahnya.
Lanjutnya, persiapan yang paling penting dalam hal tatap muka adalah, menyiapkan kurikulum dan pihaknya sudah menyiapkan pedoman untuk disebarkan ke setiap SMA dan SMK se-Papua.
“PAUD, SD dan SMP akan langsung dikeluarkan kurikulumnya oleh Kementrian. Selain kurikulum yang penting harus diperhatikan adalah kesiapan sekolah, yakni kesiapan masker, air, tempat duduk dan sebagainya,” terangnya.
Kesiapan berikutnya adalah lingkungan. Artinya semua sekolah harus sudah siap menyediakan kebutuhan di tengah pandemi Covid-19, dan yang terkahir adalah kesiapan orang tua siswa.
“Maksud saya orang tua harus bisa mengkontrol setiap anak-anak peserta didik. Karena orang tua adalah yang paling dekat dengan anak, dan memiliki waktu paling banyak dengan anak, sementara guru pengawasannya terbatas. Untuk itu sangat perlu adanya dukungan orang tua di tengah proses tatap muka saat ini,” pungkasnya. (ana/nat)
Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…
Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…
Konvoi yang menjadi salah satu agenda resmi HUT RI tingkat Kota Jayapura ini akan…
Rapat kerja Komisi IV DPR Papua bersama Dinas ESDM Provinsi Papua di ruang rapat Komisi…