Categories: BERITA UTAMA

Polisi Sebut Ada Kemiripan Kasus Tapasya dan Aulya

JAYAPURA-Penyidik Polresta Jayapura Kota terus mendalami kasus pembunuhan sadis terhadap Nurmila Nainin, bocah 9 tahun yang akrab disapa Tapasya. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Perairan Teluk Youtefa pada Senin, 14 April 2025.

Saat ditemukan, sejumlah organ tubuh korban seperti kepala, tangan, dan pergelangan kaki hilang. Hasil otopsi dari tim medis RS Bhayangkara mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan benda tajam pada tubuh korban.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, menyatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan penyelidikan kasus tersebut setelah hasil tes DNA menunjukkan identitas jasad yang cocok dengan orang tua kandung Tapasya.

“Karena hasil tes DNA identik dengan orang tuanya, kami akan melakukan pengembangan dalam proses penyelidikannya,” ujar AKBP Maclarimboen saat memberikan keterangan pers, Selasa (13/5).

Saat ini, penyelidikan masih berfokus pada pemeriksaan para saksi, termasuk dari pihak keluarga korban. Kapolresta menambahkan, penggunaan metode pemeriksaan ilmiah seperti lie detector akan dipertimbangkan jika dibutuhkan.

“Kita akan fokus pada pengembangan keterangan saksi terlebih dahulu. Jika nantinya diperlukan, pemeriksaan dengan lie detector akan kami lakukan,” tambahnya.

Menariknya, kasus kematian Tapasya ini memiliki kemiripan dengan kasus kematian Nur Aulya di Koya Barat, di mana salah satu lengan korban juga ditemukan terputus. Dalam kasus Tapasya, tidak hanya tangan, tetapi juga kepala dan pergelangan kakinya hilang.

Kendati demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan perdagangan organ tubuh. AKBP Maclarimboen menegaskan bahwa belum ada bukti yang mengarah ke indikasi tersebut.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

36 minutes ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

2 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

2 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

3 hours ago

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

4 hours ago

Program Pembangunan Papua Harus Terintegrasi

“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…

5 hours ago