Categories: BERITA UTAMA

Konflik 7 Bulan, Dua Kubu Sepakat Belah Kayu Doli

Jadi Simbol Perdamaian Pasca Konflik Sosial Pilkada di Puncak Jaya

JAYAPURA – Titik temu perdamaian konflik antar massa pendukung calon bupati di Puncak Jaya muncul. Setelah kurang lebih 7 bulan ketegangan terkait Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya sehingga menimbulkan konflik sosial. Hari Senin (12/5) secara resmi dilaksanakan acara perdamaian adat Belah Kayu Doli yang pertanda selesainya semua permasalahan yang selama ini terjadi di Puncak Jaya.

Ritual adat belah kayu doli merupakan suatu adat dari Suku Dani yang menandakan kedua kubu yang selama ini bertikai telah sepakat berdamai dan tidak lagi berkonflik. Dengan memasang kayu doli dari kedua belah pihak serta memanah anak babi dan berjabat tangan antar satu sama lain, Kubu Yuni Wonda – Mus Kogoya dan Miren – Mendi sepakat untuk berdamai.

Dalam acara perdamain adat belah kayu doli yang diselenggarakan di Perempatan Lapangan Alun-alun Monumen Roh Kudus Kota Baru Mulia dihadiri langsung Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Wakil Gubernur Deinas Geley, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, Danrem 173/PVB Brigjen TNI. Fritz W.R Pelamonia, Kabinda Brigjen TNI. Alfi Sahri Lubis, PJ. Bupati Puncak Jaya Yopi Murib, Kapolres AKBP Achmad Fauzan, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Irawan Setya Kusuma serta kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya.

Meki mengatakan acara perdamain kita gelar supaya kita semua bisa tidur dengan tenang, sekolah bisa berjalan dengan normal, pertokoan bisa buka dan semua bisa beraktivitas dengan normal untuk membangun negeri tercinta, negeri sucinya tanah papua. Ia meminta semua menyepakati itu lalu menandatangani untuk berdamai.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

11 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

12 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

12 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

13 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

13 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

14 hours ago