Categories: BERITA UTAMA

Setengah Jam Kemudian Terjadi Kebakaran Gelombang Kedua

JAYAPURA- Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas menerangkan, sekira pukul 02.30 WIT, api mulai menyala dari lantai II bagian depan toko Ice Bakery hingga merambat ke ruangan di lantai II juga lantai III. 

Dikatakan, para saksi yang menempati lantai III bangunan toko terbangun dan melihat api sudah membesar disertai kepulan asap hitam yang memenuhi bagian dalam toko, kemudian berupaya turun ke lantai I menggunakan tangga tengah toko.

“Untuk ketiga korban yang meninggal dunia akibat terjebak dalam api yang sudah membesar di lantai III, akses jalan untuk ke tangga sudah tidak bisa dilewati lagi,” terang Kapolres.

Lanjutnya, api cepat merembet lantaran  isi toko merupakan barang-barang yang mudah terbakar.

“Ketiga korban baru dapat dievakuasi pada pukul 07.05 WIT menggunakan mobil ambulance dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Jayapura,” tambahnya.

Adapun kasus kebakaran Toko Rezeki dan Ice Bakery di Jalan Baru Melati belakang Ramayana Kelurahan Wai Mhorock Distrik Abepura diduga berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada Lantai II bagian depan luar toko Ice Bakery. Kasus kebakaran tersebut dalam penanganan unit Reskrim Polsek Abepura.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Handry Bawilling menyampaikan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran lantaran belum dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami belum tahu penyebabnya apa, tadi anggota mau melakukan olah TKP tapi di lokasi masih ada api. Kamis (14/10) barulah dilakukan oleh TKP,”  kata mantan Kapolsek Japut ini. 

Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha Veronita Kirana, S.Sos, MH., yang ditemui di lokasi kebakaran menyebutkan pihaknya menurunkan 5 unit mobil pemadam kebakaran yang dibantu 2 unit mobil AWC Brimob Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota serta beberapa mobil water suplay.

Setelah berjibaku beberapa jam untuk memadamkan api, api akhirnya berhasil dipadamkan sekira pukul 07.25 WIT. 

Namun setelah lokasi kebakaran diduga aman, setengah jam kemudian terjadi kebakaran gelombang kedua di tempat yang sama. Asap hitam kembali muncul dari enaM petak ruko tiga lantai tersebut. 

Sekira pukul 10.18 WIT, mobil pemadam kebakaran dan mobil AWC kembali tiba di lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

“Kebakaran pertama sudah kami tangani. Tiga korban juga sudah dievakuasi ke rumah sakit. Namun saat kami sudah kembali ke markas, api kembali menyala. Rupanya di bagian gudang  ada bahan-bahan yang mudah terbakar ditambah dengan suplai uap udara yang sulit keluar karena pintu dalam keadaan tertutup, sehingga memicu kembali terjadi kebakaran,” jelas Margaretha.

Margaretha mengaku menurunkan semua armada Damkar Kota Jayapura  termasuk yang sudah standby di venue PON XX Papua. “Semua armada kami turunkan, bahkan yang di venue-venue PON kami tarik ke sini,” tutupnya. (ade/fia/cr-265/nat) 

newsportal

Recent Posts

13 Tahun Melayani Sebagai Sopir Justru Berakhir Tragis

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…

27 minutes ago

Revitalisasi Penyidikan  29 Proyek Revitalisdasi  Unmus Terus Berjalan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…

57 minutes ago

Seharian Duduk di Depan Laptop? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…

1 hour ago

Elay Giban Resmi Jabat Sekda Definitif Papua Pegunungan

Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…

2 hours ago

Bahasa Inggris Ciri Utama Pembelajaran Termasuk Bercerita dan Interaksi dengan Lingkungan

Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia.  Lebih dari 17…

2 hours ago

21,400 Kg Ganja Dimusnahkan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG dan Polres Jayawijaya

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…

3 hours ago