Categories: BERITA UTAMA

Calon ketua DPR Papua, NasDem Pilih Jhonny Banua

Jhony Banua Rouw

JAYAPURA-Partai Nasional Demokrat (NasDem) akhirnya menyebut nama yang dipilih untuk memimpin lembaga DPR Papua. Setelah melalui seleksi yang dilakukan DPP Partai NasDem, nama Jhonny Banua Rouw akhirnya terpilih. 

DPD NasDem Papua sebelumnya menyerahkan tiga nama yakni Herlin Beatrix Monim, Laurenzus Kadepa dan Jhonny Banua. NasDem sendiri menjadi peraih suara terbanyak di Papua dan  berhasil mengirimkan delapan delegasinya menduduki ke kursi DPRP. Jumlah ini sama dengan kursi Partai Demokrat yang juga sama-sama mengantongi 8 kursi namun kalah perolehan suara secara keseluruhan. 

 Nama Jhonny Banua ditetapkan dalam SK Nomor 054-SK/DPP-Nasdem/IX/2019 tentang penetapan ketua dan wakil ketua DPRD serta ketua fraksi DPRD provinsi, kabupaten dan kota di Provinsi Papua periode 2019-2024.  Dan secara aturan  partai peraih suara terbanyak yang berhak memimpin lembaga DPR. “Keputusan tersebut menjadi kewenangan DPP dan kami hanya mengajukan dan menjalankan putusan DPP,”  kata Ketua DPD Partai NasDem Papua, Mathius Awoitauw melalui ponselnya, Sabtu (12/10). 

Ia menjelaskan tentunya ada mempertimbangkan partai memilih Jhonny Banua, salah satunya adalah melihat bagaimana partai ini bisa berkembang ke kepan dan lebih eksis. 

Penyampaian soal hasil DPP dilakukan dalam rapat bersama dan dihadiri seluruh anggota NasDem di DPR Papua maupun DPR kabupaten kota. “Saya yang pimpin dan semua anggota DPR provinsi dan kabupaten dan kota juga hadir. Kami sudah sampaikan siapa saja posisi ketua maupun wakil termasuk Ketua Fraksi  yang sudah ditetapkan dari DPP dan tidak ada yang keberatan dengan hasil tersebut,” jelasnya, 

Partai NasDem Papua meraih 450.840 suara dan mendapatkan jatah 8 kursi. Jumlah kursi ini sama dengan Partai Demokrat yang meraih 430.648  suara. 

Sementara Jhonny Banua sendiri berhasil meraih 79.520 dari Daerah Pemilihan 6.   “Jadi kami sudah sampaikan ke pengurus organisasi lebih dulu dan DPP putuskan seperti itu sehingga wajib diikuti. Saat ini tinggal bagaimana menyatukan tim kerja baik di DPR Provinsi maupun DPR Kabupaten Kota,” beber Mathius. 

Ia meminta anggota DPRP dari NasDem harus membangun kerja sama yang baik dan koalisi harus tetap solid baik dengan partai lain dan menjaga kekompakan.

  Apa artinya ketua DPR jika tak mampu satu semangat bersama sebab ini kebijakan untuk Papua. “Harus bisa merangkul partai lain dan NasDem mendukung gubernur dalam Pilkada kemarin sehingga harus mengawal baik terhadap kebijakan pemerintah provinsi. Tak boleh mengganggu atau membuat visi misi gubernur tak berjalan maksimal. Jika ada yang tidak sejalan maka harus disampaikan dengan baik,” pintanya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

54 minutes ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

1 hour ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

2 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

2 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

3 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

3 hours ago