

Jajaran Satgas Yonif 144/JY saat memberikan Makan Bergizi Gratis bersama dengan Siswa SD St. Yosef, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Rabu (12/2). (Pendam Dansatgas Yonif 144/JY for Cepos)
JAYAPURA-Meskipun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat belum resmi berjalan di Kabupaten Boven Digoel, Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah tersebut telah mengambil inisiatif untuk memulainya. Program ini dikemas dalam bentuk makan siang bersama para siswa di sekolah-sekolah.
Dansatgas Yonif 144/JY, Letkol Eko Siswanto, bersama prajuritnya menggelar makan siang bersama dengan para siswa SD Santo Yosef, Kampung Assiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Menurut Letkol Eko, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan gizi anak-anak.
Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih erat antara TNI dan masyarakat agar proses pendidikan anak-anak dapat berjalan dengan baik.
“Program MBG ini kami jalankan secara sukarela sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat. Ini juga menjadi upaya kami untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah kerja kami,” ujar Letkol Eko kepada Cenderawasih Pos melalui sambungan telepon, Rabu (12/2).
Pada tahap awal, program ini dijalankan di SD Santo Yosef dengan menu makanan bergizi yang terdiri dari nasi goreng, ayam goreng, buah, dan sayur. Makanan tersebut disajikan menggunakan ompreng atau tempat makan. Letkol Eko menambahkan bahwa program MBG ini akan terus digalakkan disetiap sekolah di wilayah perbatasan yang berada di bawah naungan Satgas Yonif 144/JY.
Saat ini, terdapat 21 pos TNI di Boven Digoel, dan masing-masing pos nantinya akan menjalankan program serupa secara bertahap. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan Program MBG dari pemerintah pusat. Namun, sebelum itu berjalan secara resmi, kami memulainya dengan kemampuan yang kami miliki,” tambahnya.
Meskipun jumlah makanan yang disediakan masih terbatas, Letkol Eko berharap program ini dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak di wilayah tersebut dan memberikan manfaat bagi mereka. Terkait adanya ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menolak program MBG, Letkol Eko menegaskan bahwa pihaknya tak gentar. Ia menegaskan bahwa TNI tetap fokus pada upaya peningkatan Sumber Daya Manusia di Papua.
“Kami tidak gentar dengan ancaman itu. Tugas kami adalah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Apapun kondisinya, kami akan memastikan bahwa program MBG ini dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang…
Wali Kota juga meminta Dinas Sosial Kota Jayapura untuk terus melakukan pemantauan terhadap seluruh…
Ia menegaskan bahwa eksekusi tidak dapat dilaksanakan apabila lokasi dan luas tanah yang dimaksud…
Menurut Abisai, kekayaan budaya, adat istiadat, serta tradisi masyarakat adat yang masih terjaga hingga…
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…