

Irjen Pol Patrige Renwarin (foto:Humas Polda Papua for Cepos)
JAYAPURA-Kapolda Papua Irjenpol Patrige Renwarin mengatakan jajaran intelejen telah menyusun analisis mengenai potensi yang berpeluang terjadi pasca pengumuman hasil gugatan pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun wilayah yang cukup berpotensi terjadinya konflik adalah wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
Karenanya mulai sekarang pihaknya terus melakukan pendekatan prefentif dengan membangun komunikasi antar pendukung dari masing-masing pasangan calon Kepala Daerah (Cakada).
“Kami sekarang mulai mendekat dengan masing masing pendukung paslon tujuannya menjamin situasi kamtibmas pasca pengumuman di MK nanti,” ujarnya pekan kemarin.
Khusus Papua Induk dan Papua Selatan diakui tidak terlalu memiliki potensi yang mengkhawatirkan sehingga fokus perkuatan pasukan lebih diberikan kepada dua provinsi di atas. Polda mendekati masing-masing kandidat termasuk para tokoh yang berpengaruh untuk ikut memberikan pemahaman kepada masing masing pendukungnya.
Selain itu juga karena personel terkosentrasi di dua wilayah tersebut sehingga persiapan pengamanan baru akan dilaksanakan menjelang putusan MK. “Nanti H-5 putusan MK baru kita persiapkan karena personel terfokus di dua wilayah ini sehingga kita tidak terlalu perlu persiapan khusus,” jelas Patrige.
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…