

Salah satu pedagang BBM di Dekai, Yahukimo ketika melayani seorang pengendara mobil, Sabtu (11/12). Hingga kini harga BBM di Yahukimo masih terbilang mahal. (FOTO: Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Meski beberapa tahun lalu usai kedatangan Presiden Joko Widodo diterapkan program BBM satu harga alias tak ada perbedaan satu daerah dengan yang lain namun pada kenyataannya harga BBM di daerah tertentu masih jomplang.
Kabupaten Yahukimo misalnya, dimana harga BBM jenis premium atau bensin sempat menyentuh angka Rp 100 ribu/liter. Mirisnya lagi, karena masyarakat membutuhkan akhirnya dengan harga menjulang ini warga tetap membeli.
“Kemarin kami beli sampai Rp 100 ribu/liter tapi sekarang sudah turun menjadi Rp 80 ribu sampai Rp 50 ribu/liter,” kata Wen Pahabol menceritakan keluh kesahnya.
Ia sendiri akhirnya membeli meski harga selangit mengingat tanpa BBM tentu motornya tak bisa berjalan. Harga ini menurutnya tak lepas dari para pedagang yang membeli menggunakan jerigen dengan jumlah yang tak sedikit. Antrian jerigen ini membuat pemotor yang awalnya ingin membeli harus mengantre lebih cepat, sebab biasanya stok BBM di Yahukimo hanya bisa bertahan dua hari. “Jadi yang punya jerigen ini mereka yang akan menjual lagi dengan harga tinggi. Kalau tidak cepat maka nantinya mereka borong dan jual untuk cari keuntungan,” sesalnya.
Ia juga menyayangkan bahwa dari banyaknya jerigen untuk dijual kembali ternyata ada juga yang dibeli untuk keperluan tambang ilegal. Masyarakat lebih banyak pasrah dan akhirnya membeli dengan harga mahal karena banyak pedagang yang membeli dan menjual kembali. Tentunya dengan harga yang relatif mahal. Sedangkan untuk kawasan penambangan dikatakan bahwa para pendulang ini bisa membeli dengan harga jauh lebih tinggi. “Saya juga pedagang tapi kadang kesulitan juga, sebab para penambang berani dengan harga tinggi. Kalau kami 1 drum bisa membeli Rp 2,5 juta tapi orang tambang sanggup membayar Rp 4 juta dan itu bisa lebih tinggi sehingga kami lebih banyak diam,” ujar Ani sambil melayani pembeli.
Terkait ini Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli tak menampik jika ada kenaikan harga yang sangat menyolok. Ia membenarkan bahwa kelangkaan BBM yang akhir-akhir ini menjadi catatanya untuk dicek kembali mengapa terjadi kenaikan harga BBM seperti itu.
Bupati Didimus menyatakan akan segera membenahi penanganan pendistribusiannya dari hulu ke hilir sekaligus membenahi kuota, mekanisme dan transit. “Sudah tidak betul memang ini. Dan saya melihat memang masih banyak yang membeli menggunakan jerigen hingga BBM-nya cepat habis dan akhirnya masyarakat membeli di SPBU. Saya tidak tahu apakah ada kerja sama hingga BBM cepat sekali habis,” tutupnya. (ade/nat)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…