Categories: BERITA UTAMA

Diserobot Orang Mabuk, SPBU Hawai Sentani Kena Sanksi

SENTANI – Pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU Hawai Sentani sempat dihentikan selama dua hari setelah pihak SPBU menerima sanksi dari Pertamina akibat adanya indikasi ketidaktertiban dalam antrean pengisian solar. Manager SPBU Hawai Sentani, Richardo, mengatakan saat ini pelayanan pengisian solar subsidi telah kembali berjalan normal seperti biasa.

Menurutnya, SPBU Hawai setiap hari melayani penyaluran BBM subsidi, baik Pertalite maupun Solar, dengan rata-rata penjualan mencapai sekitar 13 ton per hari atau setara 16.709 hingga 18.310 liter. Sementara untuk BBM non-subsidi, penjualan Pertamax rata-rata mencapai 5 ton atau sekitar 5.000 liter per hari, sedangkan Dexlite sekitar 3 ton atau setara 3.000 liter per hari.

“Jumlah penyaluran BBM kami sesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan konsumen setiap harinya,” ujar Richardo.

Ia mengakui antrean panjang kendaraan pengisi solar subsidi hampir selalu terjadi karena SPBU Hawai Sentani menjadi satu-satunya SPBU di wilayah tersebut yang melayani penyaluran solar subsidi.

“Antrian solar memang tidak bisa dipungkiri terjadi setiap hari karena kami menjadi satu-satunya SPBU yang melayani solar subsidi di kawasan ini,” katanya.

Untuk mengatur distribusi agar lebih merata, pihak SPBU membatasi pengisian solar subsidi maksimal 70 liter untuk setiap truk sesuai ketentuan yang berlaku. Terkait sanksi yang diterima, Richardo menjelaskan kejadian bermula dari kondisi antrean yang tidak tertib akibat ulah sejumlah oknum sopir yang diduga mengonsumsi minuman keras saat menunggu giliran pengisian BBM.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan antrean sulit dikendalikan dan terekam melalui kamera pengawas (CCTV) yang terhubung dengan sistem pemantauan Pertamina.

“Akibat kejadian tersebut kami mendapat sanksi dari Pertamina berupa penghentian sementara penjualan solar subsidi selama dua hari,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihak SPBU telah berupaya meminimalisasi berbagai potensi gangguan dan menjaga situasi tetap kondusif selama pelayanan berlangsung.

Setelah menerima pemberitahuan sanksi dari Pertamina, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan kepolisian guna mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang di masa mendatang. Richardo menilai salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan solar subsidi adalah mengendalikan antrean kendaraan yang panjang, terutama ketika terdapat oknum pengemudi yang tidak mematuhi aturan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

2 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

2 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

6 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

6 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

13 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

14 hours ago