Categories: BERITA UTAMA

Ketua DPRP Papeg: Ini Soal Alam, Tak Boleh Dikaitkan dengan Masalah Lainnya

WAMENA– Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta kepada aparat keamanan yang bertugas di distrik Mebrok Kabupaten Nduga untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam hal ini keluarga korban untuk mencari para korban bencana banjir dan longsor di wilayah itu.

Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere menyatakan dari lima korban baru satu orang yang ditemukan, karena medan yang berat dan akses yang sulit karena adanya pos- pos militer yang menduduki wilayah tersebut untuk melakukan tugas pengamanan.

“Saat ini keluarga korban datang ke Kantor DPRP Papua Pegunungan guna meminta agar dewan juga bersuara, oleh karena itu kami wajib menyampaikan kepada pihak TNI/Polri untuk melupakan perbedaan pendapat, pandangan namun hari ini kita bicara soal kemanusiaan,”ungkapnya di Wamena Senin (10/11)

Menurutnya, bencana yang terjadi disana ini berbicara soal hukum alam sehingga tak boleh dikaitkan dengan masalah lainnya, oleh karena itu, sebagai pimpinan DPRP Papua Pegunungan meminta kepada militer yang ada di wilayah itu untuk memberikan akses masyarakat untuk bisa masuk mencari para korban.

“Kalau kita membatasi akses seperti ini bagaimana dengan para korban tersebut, termasuk pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga harus menyuarakan ini, kami juga minta dinas teknis untuk segera ambil data dan turun ke lapangan,”tegas Yos

“Sampai saat ini baru kepala dinas Sosial yang turun memberikan bantuan kepada masyarakat atau keluarga korban dan itu pun di Kampung Ilekma, sementara untuk wilayah distrik mebrok ini belum ada akses dan memang dari tanggal 2 sampai tanggal 10 belum ada tim yang turun,”Kata Yos Elopere.

Di tempat yang sama kepala Distrik Geselma dan juga sebagai tokoh Distrik Mubrok Wilayah Yuguru Lalanus Wandikbo untuk pencarian korban banjir dan longsor itu sampai saat ini tidak ada akses dari aparat keamanan untuk melakukan pencarian, bahkan pihaknya sudah meminta juga namun tak diberikan hingga saat ini.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

32 minutes ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

1 hour ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

2 hours ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

2 hours ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

3 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

3 hours ago