

Polisi tengah membersihkan sisa-sisa barang penumpang yang mengalami kecelakaan. (Humas Polresta)
JAYAPURA – Akibat kurang hati-hatinya seorang pengemudi mobil berinisial SE (37) dalam berkendara membuat sebuah mobil pikap yang dibawanya menyenggol pembatas jalan.
Dengan laju yang cukup kencang membuat belasan penumpang yang berada di belakang terlempar ke luar. Tak hanya itu, satu penumpang lainnya bernama Alfred Aronggear tewas. Kasus kecelakaan tunggal ini masih ditangani unit lantas Polsek Jayapura Selatan.
Dari keterangan yang disampaikan Kapolsek Jayapura Selatan AKP Julkifli Sinaga, kejadian laka tunggal ini terjadi pada Selasa (11/10) sekitar pukul 13.00 WIT di depan Café Aulia Holtekamp. “Total korban luka-luka yakni berjumlah lima orang dan telah mendapatkan perawatan medis dan korban meninggal dunia bernama Alfred Aronggear meninggal tepat pukul 17.00 WIT setelah mendapatkan perawatan medis di RS Dok II,” jelas Zulkifli.
Lebih lanjut Kapolsek menambahkan kecelakan tersebut terjadi setelah kendaraan mobil jenis Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi PA 8021 QA yang dikendarai SE melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Jembatan Youtefa tujuan kearah pertigaan Holtekamp dan hilang kendali usai menabrak pembatas jalur di depan Cafe Aulia dan oleng kemudian keluar jalur. “Mobil mengalami kerusakan berat dan total penumpang dimobil tersebut berjumlah 12 orang serta kerugian materil mencapai Rp10.000.000,00”, tambah AKP Julkifli.
Sementara dari video yang menyebar di media sosial terlihat bahwa di jok bagian depan ditemukan sejumlah botol minuman keras yang masih utuh. Namun ini diklarifikasi bahwa botol bir ini akan digunakan untuk acara injak piring di Arso.
Sementara dari data polisi menjelaskan ada beberapa penumpang yang tidak terluka yakni Nova (25) Umi Rumander (2), Rony Bunyana (29), Mesak Bunyana, Weli Kadiwaru (25) dan David Aronggear (22) sedangkan korban yang mengalami luka yakni,
Elvin Kayoi (luka lecet pada lutut dan pelipis), Sergius Woppy (42) mengalami luka di kepala sebelah kiri yang lecet dan bengkak, lecet pata lutut kanan, Monica Aronggear (8) mengalami luka lecet pada kening, lutut kiri dan lengan kanan, Semelina Kayoi (26) mengalami luka lecet pada kepala, kaki kiri dan paha kanan, Alfred Aronggear (24), patah pada pangkal paha kanan, kantung kemih pecah, dan benturan di dada, Ester Itungkir (29) menalami lecet pada kaki kiri dan kedua tangan. “Kami melihat sopirnya kurang berhati – hati dan korban yang meninggal sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong,” tutup Kapolsek. (ade/wen)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…