

Kondisi salah satu taksi yang dirusak dalam kericuhan yang terjadi di Terminal Expo Waena, Distrik Heram, Minggu (11/10). ( FOTO: Polsek Abepura for Cepos)
*Kericuhan di Terminal Expo, Pelaku Diduga Dalam Pengaruh Miras
JAYAPURA-Kericuhan di Terminal Expo Waena, Distrik Heram, terjadi Minggu (11/10) kemarin. Kericuhan ini diduga bermula dari penganiayaan seorang sopir taksi.
Akibat penganiayaan tersebut, sopir taksi atas nama Aspa (33) mengalami luka di dahi tengah. Selain itu, pelaku juga merusak 10 unit taksi atau angkutan umum.
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Abepura AKP. Clief Gerald Philipus Duwith mengatakan, kasus ini bermula pelaku yang dipengaruhi minuman meras (Miras) tiba-tiba datang membawa botol minuman whisky Robinson dan langsung melempar korban yang saat itu sedang minum kopi di salah satu warung di Terminal Expo Waena.
Usai melemparkan botol Whisky Robinson ke arah korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan raya utama. Warga setempat yang melihat kejadian tersebut langsung membantu untuk mengejar pelaku, namun pelaku melawan dan sempat terjadi perkelahian.
“Teman-teman pelaku yang melihat pelaku dikejar secara spontan membantu pelaku dengan melempar mobil taksi yang pada saat itu sedang parkir di Terminal Expo Waena,” ungkap Kapolsek Clief Duwith yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos via ponselnya, Minggu (11/10).
Lanjut Kapolsek, orang-orang yang berada di lokasi kejadian saat mendapat lemparan batu dari rekan pelaku langsung melarikan diri dan menyelamatkan diri. Hingga tak lama kemudian, anggota Polisi mendatangai lokasi kejadian.
Dikatakan, polisi yang tiba di lokasi kejadian saat itu meminta warga untuk segera membubarkan diri dan mengimbau warga yang menjadi korban untuk segera melaporkan diri ke Polsek Abepura guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk pelaku saat itu dalam pengaruh minuman keras, belum ada yang kami amankan. Namun kasus ini sudah ditangani anggota Reskrim kami dan dalam proses penyelidikan. Korban sendiri sudah membuat laporan polisi,” jelasnya.
Kapolsek Clief Duwith menegaskan, kasus ini adalah perbuatan oknum dan tidak melibatkan komunitas atau kesukuan. Dimana pelaku sendiri dalam pengaruh Miras saat itu.
“Perlunya kesadaran masyarakat untuk menjaga Kamtibmas. jangan selalu mengandalkan polisi, harus ada sinergitas,” pintanya.(fia/nat)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…