Categories: BERITA UTAMA

Bupati Jayawijaya Kunjungi Semua Kota Studi

BERSAMA MAHASISWA:  Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua, SE., M.Si.,  bersama mahasiswa asal Jayawijaya yang berada di kota studi Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (11/9). ( FOTO : Jhon R. Banua for Cepos)

Untuk Memastikan Mahasiswa Jayawijaya Aman

JAYAPURA-Untuk memastikan semua mahasiswa asal Jayawijaya yang kuliah di luar Wamena dalam keadaan aman dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar di Papua yang dapat merugikan dan mengganggu proses belajar mahasiswa Jayawijaya, Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua SE, M.Si mengunjungi mahasiswa Jayawijaya yang menempuh pendidikan di luar Wamena.

Rabu (11/9) kemarin Bupati Jhon Banua bersama rombongan dari Pemda Jayawijaya berada di Makassar mengunjungi asrama mahasiswa Jayawijaya. Di asrama, Bupati Jhon Banua  melihat kondisi dan mendengarkan keluhan mahasiswa Jayawijaya. 

Bupati juga meminta mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi. Selain itu Bupati Banua meminta agar mahasiswa menyelesaikan studinya terlebih dahulu.  “Saya selaku Bupati Jayawijaya datang ke asrama di Makassar dan selanjutnya akan mendatangi asrama lainnya pada prinsipnya kami pemerintah meminta anak-anak di kota Studi untuk tetap tinggal untuk kuliah,” ungkapnya saat dihubungi Cenderawasih Pos via ponselnya, Rabu (11/9).   

Banua mengatakan jika kembali ke Papua terutama ke Jayawijaya pada keadaan studi tidak selesai, maka tidak ada orang yang akan bertanggung jawab dengan mahasiswa tersebut. Oleh sebab itu dirinya mengimbau agar tetap tinggal di kota studi di seluruh Indonesia.

“Kami berkordinasi dengan pihak kemanan wilayah setempat, warga dan Kepolisian untuk menjamin keamanan mahasiswa ini. Khusus untuk Makassar, kami sudah koordinasi dari mulai tingkat keluruhan, Kapolsek dan Danramil,”tambahnya.

Disinggung soal kondisi mahasiswa Jayawijaya di Makassar, Bupati Jhon Banua memastikan bahwa semua mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya dalam keadaan baik dan tidak ada permasalahan yang perlu dikawatirkan. Untuk Makassar sendiri mahasiswa asal Jayawijaya berjumlah 49 mahasiswa.

Saat bertemu dengan mahasiswa di Jayawijaya di Makassar, mahasiswa mengaku memang ada trauma atas kejadian rasisme yang terjadi di Papua dan merasa ketakutan. Namun Bupati Jayawijaya meminta para mahasiswa tetap tenang dan tetap tinggal di asrama serta menyelesaikan kuliahnya.“Kami pemerintah harus memberikan jaminan pengaman untuk mereka,”katanya.

Ia menegaskan memang ada mahasiswa asal Jayawijaya yang kembali ke Papua secara sendiri-sendiri yang diakibatkan kekhawatiran dari orang tua mahasiswa tersebut masing-masing. “Selain ke Makassar saya sendiri akan ke Jakarta dan Surabaya untuk memastikan keadaan mereka dan tidak terprovokasi dengan keadaan apapun. Kami juga berharap, mereka harus kuat menyelesaikan studinya baru kembali ke Papua,”bebernya.

Untuk kota studi lainnya, Bupati Jhon Banua terus berkoordinasi dengan koordinator wilayah studi di seluruh Indonesia. Dirinya juga akan berkunjung untuk melihat keadaan mahasiswa Jayawijaya dan menyampaikan agar tidak terprovokasi dengan permasalahan apapun itu yang merugikan mahasiswa asal Jayawijaya.

“Untuk mahasiswa asal Jayawijaya di semua kota studi di luar Wamena, jangan gampang terasut dengan isu-isu yang tidak benar. Saya harap tinggal di kota studi masing-masing untuk kuliah,”pungkasnya.(gin/nat)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

19 minutes ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

48 minutes ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

1 hour ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

2 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

2 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 hours ago