Categories: BERITA UTAMA

Di Sentani, 5 Ekor Sapi Ditemukan Mengandung Cacing Hati

SAPI KURBAN: Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura menemukan lima ekor sapi kurban di Masjid Al Aqsha Sentani yang mengandung cacing hati. Tampak salah seekor sapi yang telah disembelih di Masjid Al Aqsha Sentani, Minggu (11/8). (FOTO : Robert Mboik/Cepos)

Sapi kurban Presiden Diserahkan di Masjid Baitul Makmur Perumnas 1

SENTANI- Lima ekor sapi kurban di Nasjid Al-Aqsa Sentani, Kabupaten Jayapura ditemukan mengandung cacing hati.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Dodi Samyana melalui  bidang kesehatan hewan, drh. Since  mengatakan meski mengandung cacing hati namun daging hewan tersebut tetap bisa dikonsumsi.

“Meski mengandung cacing hati tetapi dagingnya masih layak dikonsumsi, tetapi untuk hati yang mengandung cacing tidak boleh dikonsumsi,” jelasnya.

Dia mengatakan, jumlah tersebut dipastikan masih terus bertambah mengingat masih ada sejumlah masjid yang terus dipantau. Menurutnya, cacing yang ditemukan pada hati itu sebenarnya sangat berbahaya apabila langsung dikonsumsi oleh manusia. Karena dipastikan apabila dikonsumsi oleh anak-anak bisa menyebabkan iritasi yang dapat membahayakan tubuh. 

Sementara itu asal muasal cacing itu sejauh ini diyakini dari siklus hidup sapi tersebut.”Biasanya sapi yang bercacing itu berasal dari daerah rawa, berlumpur misalnya ada keong mas yang sudah terpapar  cacing kemudian dimakan  sapi maka cacing itu akan hidup di dalam tubuh sapi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sakarudin selaku  ketua Dewan Masjid Kabupaten Jayapura menyebutkan, dari jumlah data yang diterimanya jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini baik dari masjid, musala lembaga pendidikan pesantren diperkirakan mencapai 300-an ekor sapi. Sapi kurban ini tersebar di 60 masjid  yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Data hewan kurban terus kami update dan sampai dengan pukul 12 WIT. Untuk sapi sebanyak 231 ekor dan kambing 31 ekor. Sehingga sampai selesai kami perkirakan sapi ini bisa mencapai lebih dari 300 ekor yang dikurbankan,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Kesra dan Kemasyarakatan Povinsi Papua, Naftali Yogi menyerahkan sapi kurban dari Presiden RI, Joko Widodo di Masjid Baitul Makmur, Perumnas 1 Waena, Distrik Heram. Sapi yang diserahkan, Jumat (9/8) lalu tersebut, memiliki berat 751 kg.

“Kami Menyerahkan sapi ini ke Masjid Baitul Makmur dengan pertimbangan melihat lingkungan sekitar yang dihuni berbagai kalangan baik itu umat muslim maupun yang lainya,” ujar Naftali Yogi ke Cendrawasih Pos usai menyerahkan sapi kurban dari Presiden Joowi di Masjid Baitul Makmur Perumnas 1.

Dirinya berharap sapi kurban sumbangan Presiden Jokowi tersebut dibagikan bukan hanya untuk umat Muslim saja namun umat yang lainya juga diharapkan bisa dapat bagian.

“Pastinya kriteria yang kami tentukan untuk menentukan sapi korban milik Presiden ini hanya bersifat sementara saja. Namun pada perinsipnya semua masjid akan mendapatkan giliran  pada tahun yang akan datang,”bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Kurban Masjid Baitul Makmur, H. Abdul Rahman mengaku sangat bersyukur bisa dipercaya oleh pemerintah untuk membagikan sapi kurban milik Presiden Jokowi ke masyarakat baik umat Muslim maupun umat lainnya. “Kami berharap tiap tahun bntuan sapi kurban ini selalu diadakan dan akan dijadwalkan ke semua masjid yang ada di Jayapura atau Papua khususnya,” tambahnya.(roy/kim/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

4 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

5 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

6 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

7 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

8 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

9 hours ago