Jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Dari hasil identifikasi sementara, jenazah tersebut diduga kuat merupakan anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya. Dugaan ini diperkuat berdasarkan kecocokan ciri fisik, wajah, pakaian, dan dokumentasi visual yang sempat beredar,” tambah Brigjen Faizal.
Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit handy talky (HT), satu unit ponsel Vivo Y17, dan satu bungkus ganja kering. Anggota KKB yang tewas tersebut juga diduga merupakan residivis dalam kasus narkotika jenis ganja. Ada juga Hp yang tersimpan di dalam tas yang diyakini merupakan Hp milik Egianus.
Saat kontak tembak ini Satgas ODC memperkirakan bahwa kekuatan KKB yang terlibat dalam insiden berjumlah sekitar 15 orang. Kepada wartawan, Brigjend Faizal juga membenarkan jika dalam kontak tembak tersebut ada Egianus Kogoya. “Ia ada (Egianus Kogoya) tapi berhasil melarikan diri,” beber Faizal.
Saat melarikan diri ini diduga ada tas milik Egianus yang terjatuh dan tertinggal. Saat diperiksa Polisi menemukan Hp yang diduga milik pimpinan KKB asal Nduga tersebut. Sementara renteten bunyi senjata api yang terjadi sejak Senin (9/6/2025) malam di Kampung Pugima Distrik Walelagama dan Distrik Maima membuat sebagian warga panik.
Warga di Maima akhirnya memilih untuk mengungsi di gedung Gereja Advent Piekul Maima. Salah satu warga di Kampung Kepi Distrik Maima Nehemia Wamu menyebutkan, rentetan penembakan terjadi di perumahan warga sekitar pukul 09.00 WIT.
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…