Categories: BERITA UTAMA

Anak Papua Tak Jadi Tenaga Honor, Pembentukan DOB Papua Pegunungan untuk Siapa?

WAMENA -Ekspektasi pembentukan Provinsi Papua Pegunungan dinilai tak sesuai dengan kenyataan, dimana sejak awal berdiri, digadang-gadang untuk kesejahteraan masyarakat. Namun kenyataannya 7 bulan untuk tenaga honorer saat ini telah didominasi warga dari luar Papua.

Pengurus KNPI Papua Pegunungan Unas Ikinia menilai jika soal honorer ini pernah dibicarakan tapi tidak ada respon. Ia merupakan mantan ketua BEM Uncen yang salah satunya menolak kehadiran DOB Papua pegunungan namun selalu dipaksakan negara dengan iming-iming mensejahterakan masyarakat Papua.

“Saat ini kita baru 7 bulan berdiri Provinsi Papua pegunungan namun sudah dikuasai teman-teman dari luar untuk bekerja sebagai honorer tanpa melihat kita orang Papua yang dijanjikan kesejahteraannya sewaktu DOB ini berdiri,” ungkapnya saat ditemui di Wamena Kamis (11/5)

Sudah lama tidak ada penerimaan ASN, dan orang Papua saat ini banyak yang sarjana, nanti kalau ada penerimaan ASN tenaga Honor dari luar ini yang akan diutamakan dan bukan orang Papua, ini yang diharapkan PJ Gubernur bisa melihat hal ini terhadap OPD yang memadukan tenaga Honorer dari luar Papua.

“Saya pernah ikut apel untuk mendalami semua dalam kantor Gubernur Papua pegunungan, dan yang disaksikan yang honorer ini hampir semua dari luar Papua yang berseragam Hitam putih,”beber Unas.

Kalau sekarang seperti ini masyarakat asli Papua Pegunugan yang saat ini ada mau kemana, ke kabupaten sudah tidak bisa, banyak senior yang sudah S1, S2 dan S3 ini mereka akan kerja dimana, percaya atau tidak kalau penerimaan pegawai dan tidak mengutamakan orang apapun mereka akan alangkah senjata melawan negara ini dan juga DOB ini.

“Hari Senin besok kami semua pemuda akan turun melakukan aksi demo, untuk melakukan pemalangan terhadap kantor Gubernur papua pegunungan dan kami punya data,” tegasnya

Sementara itu Salmon Kosay selalu intelektual Jayawijaya menilai jika dari beberapa OPD yang ada di Kantor Gubernur Papua pegunungan yang diambil jadi tenaga Honorer ini bukan anak Papua atau dari 8 kabupaten tapi yang ada hanya suku tertentu saja, jelas ini timbulkan pertanyaan disini tidak ada anak Papua.

“Masalah ini harus dilihat oleh Gubernur panggil semua kepala OPD dan pertanyakan Honorer ini, DOB ini dihadirkan untuk orang asli Papua, kalau seperti ini apa untungnya kehadiran DOB ini,”bebernya. (jo/tri)

newsportal

Recent Posts

Di Timika, Bocah Dititip Malah Dicabuli

​​Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…

2 hours ago

Demi Kepastian Hukum Undang-undang TNI Harus Direvisi

Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…

3 hours ago

DPD PDIP Papua Tegas Tolak MBG, PSN, dan Kopdes

Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…

9 hours ago

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

2 days ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

2 days ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

2 days ago