Categories: BERITA UTAMA

Anggota TNI Perlu Dibekali HAM Sebelum Ditugaskan ke Daerah Rawan Konflik

JAYAPURA –  Sepanjang tahun 2022, Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) mencatat terdapat dua kasus kejadian penyiksaan yang dilakukan oknum anggota TNI kepada anak di bawah umur dengan lokasi yang berbeda.

Dimana pada Februari tahun 2022 lalu, anggota TNI melakukan tindakan penganiayaan dan penyiksaan terhadap 7 anak di bawah umur yang menyebabkan satu diantaranya meninggal dunia.

Adapun ketujuh anak tersebut dituduh mencuri senjata di Pos PT Modern, Bandara Tapulunik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Sementara data terakhir pada Oktober lalu, penyiksaan terhadap tiga anak di Kabupaten Keerom tepatnya di Pos Kopasus yang menyebabkan satu anak kritis dan dua lainnya mengalami luka luka saat itu.

Terkait dua peristiwa itu, Komnas HAM Papua menilai para anggota TNI yang bertugas di tanah Papua tidak memiliki empati dan rasa sensifitas terhadap perlindungan anak.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Provinsi Papua, Frits Ramandey meminta Panglima TNI dan KSAD serta Pangdam XVII/Cenderawasih segera  memberikan pembekalan kepada jajaran TNI.

“Jajaran TNI perlu diberikan pembekalan khusus bahwa anak dan perempuan harus mendapatkan perlindungan dalam keadaan apa pun,” tegas Frits dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (8/11).

Dengan kejadian ini kata Frits, akan memperburuk citra pemerintah Indonesia di dunia internasional akibat tindakan aparat TNI dalam penugasan di tanah Papua, secara khusus penganiayaan terhadap anak anak.

“Kenapa kami mengangkat kasus Februari tahun 2022 terkait penyiksaan terhadap 7 anak ?  Karena peristiwa di Puncak dan keerom adalah penyiksaan yang diarahkan secara langsung terhadap anak anak ini,” tegasnya.

Menurut Frits, atas dua peristiwa tersebut, penyiksaan yang bukan karena akibat  melainkan  penyiksaan  yang diarahkan secara langsung kepada anak anak.

“Komnas HAM Papua merekomendasikan kepada Panglima TNI dan KSAD agar memberikan pembinaan kepada anggota TNI sebelum penugasan ke daerah-daerah rawan konflik  seperti di Papua, dan kepada semua penugasan  di Papua perlu dilakukan pembekalan HAM,” pungkasnya. (fia/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

1 day ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

1 day ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

1 day ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

2 days ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

2 days ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

2 days ago