Categories: BERITA UTAMA

Jalan Tikus di PLBN Sulit Ditutup

JAYAPURA– Jalan tikus atau jalur illegal di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dikatakan sangat sulit ditutup. Ini tak lepas karena jalur jalur tidak resmi itu tidak hanya memiliki satu jalur melainkan ada banyak jalur untuk bisa diakses ke wilayah Indonesia begitu juga sebaliknya, ke PNG.

“Kalau udah bilang ditutup ya memang jalan-jalan itu sudah ditutup.  Hanya memang masyarakat ini berupaya untuk mencari tempat yang tidak diawasi oleh petugas,  mereka merasa nyaman melintas disitu ya mereka gunakan jalur itu,” kata Kepala Pengelolaan Perbatasan Negara, Matias Pawara, saat dikonfirmasi Kamis (8/8).

Dia mengatakan banyaknya jalan tikus ini karena memang perbatasan negara ini tidak dipagari secara menyeluruh dan hanya kawasan-kawasan tertentu saja yang dipagari. 

“Misalnya di PLBN Skouw dan sepanjang lokasi itu dipagari tetapi di luar dari kawasan itu sama sekali tidak dipagari sehingga jalan-jalan itulah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum masyarakat untuk lalu lintas bebas baik dari Indonesia maupun sebaliknya dari PNG,” beber Mathias.

Selanjutnya sejauh ini peran petugas pengamanan dalam hal ini satuan tugas pengamanan wilayah perbatasan juga cukup intens untuk melakukan patroli. Kemudian juga melakukan koordinasi yang cukup baik dengan pihak pemerintah.  Hanya saja memang kendalanya kawasan perbatasan ini sangat luas sehingga masyarakat yang sering melakukan pelanggaran ini juga sudah lebih mengetahui daerah-daerah mana saja yang menjadi jalan illegal yang bisa dilalui secara bebas.

“Peran pihak keamanan   sudah baik terutama satgas-satgas, koordinasi,  dalam pengawasan. Hanya saja memang masyarakat ini memanfaatkan kondisi atau situasi dimana petugas tidak ada atau ada kesempatan ya mereka lewati jalur itu,” bebernya.

Menurutnya masyarakat yang seringkali melalui jalan tidak resmi untuk akses ke Indonesia maupun ke PNG itu biasanya mereka membawa barang-barang yang terlarang atau melakukan penyelundupan seperti ganja dan ada juga yang menyelundupkan vanili dan barang-barang lainnya.  Bahkan ada beberapa yang berhasil diamankan oleh satuan tugas ketika melakukan razia di jalanan dan juga di pos-pos penyeberangan oknum masyarakat tersebut.

“Potensi penyelundupan sangat terbuka sehingga memang perlu diperkuat dan lebih dikoordinasikan,” tutup Pawara. (roy/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

5 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

13 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

14 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

15 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

16 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

19 hours ago